Kamis, 27 Desember 2012

skripsi Laju Pertumbuhan Intrinsik Populasi Crocidolomia binotalis Zell. (Lepidoptera : Pyralidae)Pada Tanaman Kubis (Brassica oleracea L.)

I.  PENDAHULUAN
1.1          Latar Belakang
Kubis atau kol (Brassica oleracea L.) merupakan salah satu tanaman sayuran komersial yang telah lama dikenal dan dibudidayakan di Indonesia.  Tanaman  kubis mempunyai nilai sosial ekonomi yang cukup tinggi, karena dijadikan sebagai salah satu sumber nafkah para petani dalam rangka meningkatkan pendapatan dan taraf  hidup mereka, juga sebagai komoditas ekspor.  Masuknya kubis  dalam komoditas  penting  yang dikonsumsi,  tidak  terlepas  dari kebutuhan manusia  terhadap  sayuran yang  berperan  penting  bagi  kesehatan ( Pracaya, 2001).
Tanaman kubis mengandung vitamin dan mineral.  Di dalam setiap 100 g daun kubis mengandung protein 1,7 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 3,5 g, vitamin A 80 mg, vitamin B 0,06 g, vitamin C 50 mg, juga mengandung Kalsium, Fosfor, Kalium, Natrium dan Besi (Sumeru, 1995). 
Di Sulawesi Tengah produksi kubis pada tahun 2001 mencapai 624 ton dengan luas areal 138 ha, atau rata-rata 4,5 ton/ha.  Sedangkan pada tahun 2002 mencapai 1207 ton, dengan luas areal 221 ha, atau rata-rata 5,5 ton/ha.  Hal tersebut menunjukkan  adanya peningkatan luas areal, namun produksi per hektar belum sesuai dengan produksi nasional  yaitu 20,9 ton/ha (BPS, 2002). 
Bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan jumlah kebutuhan kubis meningkat.  Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan produksi kubis tersebut, namun hasilnya belum menunjukkan peningkatan produksi yang nyata.
 Rendahnya produksi kubis antara lain disebabkan oleh penerapan teknik budidaya yang kurang memadai seperti pengolahan tanah dan pemeliharaan serta  adanya serangan hama dan penyakit (Rukmana, 1994).  Salah satu hama utama yang menyerang tanaman kubis adalah  Crocidolomia binotalis Zell..  Hama tersebut menyerang tanaman kubis pada bagian daun yang masih muda dan bagian kropnya.  Hama ini sangat ganas, karena menyerang secara serempak (Matnawy, 1989). 
Kerusakan ringan dapat mengakibatkan  menurunnya  kualitas  kubis,  sedangkan  pada kerusakan berat dapat  mengakibatkan  kegagalan panen.  Hal  itu  disebabkan larva   C.  binotalis   dapat   menyebabkan   kerusakan   54 %,  bahkan  pada  musim  kemarau dapat  menyebabkan   kerusakan mencapai  100 %  (Rukmana, 1994).
Dalam penanggulangan hama kubis, sebagian besar petani masih mengandalkan Pestisida sintetik yang aplikasinya sering kali kurang sesuai dengan anjuran.  Oka (1995) mengemukakan bahwa hasil dari penggunaan pestisida dapat menimbulkan dampak negatif seperti timbulnya resistensi dan resurgensi hama, adanya residu pada tanaman, terbunuhnya organisme bukan sasaran dan sangat membahayakan manusia, hewan ternak dan organisme bukan sasaran lainnya.       
        Salah satu cara untuk mengendalikan serangga hama dapat dilakukan dengan pendekatan ekologi sesuai dengan konsep pengendalian hama terpadu (PHT).  Hal ini berarti bahwa pengendalian hama harus didasarkan atas pengetahuan bio-ekologi (Oka, 1995).   
Oleh karena itu perlu usaha memperdalam pengkajian terhadap bio-ekologi serangga hama, antara lain potensi biotiknya.  Potensi biotik suatu serangga dapat dinyatakan secara kuantitatif dengan parameter yang disebut laju pertumbuhan intrinsik.  Laju pertumbuhan intriksik (r) adalah laju pertumbuhan individu pada suatu  kondisi fisik tertentu dalam suatu lingkungan tak terbatas, yang pengaruhnya terhadap peningkatan populasi serangga tidak diperhitungkan.  Pertumbuhan populasi pada suatu lingkungan    yang tak terbatas mengikuti suatu suatu model yang bersifat eksponensial  (Arifin, 1991).  
Informasi dasar  tentang laju  pertumbuhan   intrinsik  C. binotalis pada tanaman kubis khususnya di daerah Palu belum diketahui, sehingga besarnya laju pertumbuhan populasi ulat kepala kubis yang akan datang juga belum diketahui. Untuk itu,   diperlukan   penelitian  tentang  laju  pertumbuhan  intrinsik  populasi
C. binotalis pada tanaman kubis, sehingga dapat menjadi salah satu  rujukan tentang pengendalian hama tersebut.
1.2          Tujuan dan Kegunaan
Penelitian ini bertujuan untuk megetahui laju pertumbuhan intrinsik populasi  C. binotalis pada tanaman kubis serta beberapa parameter populasi lainnya, seperti laju reproduksi bersih, masa generasi rata-rata,

Anda ingin skripsi diatas fersi Full nya?? klik disini 

1 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya

    irhamabdulazis271.student.ipb.ac.id

    BalasHapus

sehabis membaca, tinggalkan pesan anda ya.. sehingga saya bisa tau respon dari orang-orang yang mampir diblog saya.. ok???