KEBUN JATI

Terletak di Desa Talaga Kecamatan Dampelas, dengan Luas 7 ha.

PANTAI BAMBARANO

Pantai berkarang indah ini terletak di Desa Sabang kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala.

JEMBATAN PONULELE

Jembatan Kebanggan warga Palu ini berada diwilayah pantai talise menuju arah donggala.

TANJUNG KARANG

salah satu objek wisata pantai, yang terletak di ujung pantai Donggala, dengan suasana pantai yang terasa nyaman.

situs Tadulako dan Pokekea

situs sejarah ini berada di lembah Besoa, Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah..

Selasa, 22 September 2020

MANFAAT BUAH PALA UNTUK KESEHATAN (Myristica fragrans)

 


(Myristica fragrans) merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Nilainya yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah dan biji telah menjadi komoditas perdagangan yang penting sejak masa Romawi.

Pala disebut-sebut dalam ensiklopedia karya Plinius “Si Tua”. Semenjak zaman eksplorasi Eropa tersebar luas di daerah tropika lain seperti Mauritius dan Karibia (Grenada). 

Tumbuhan ini berumah dua (dioecious) sehingga dikenal pohon jantan dan pohon betina. Daunnya berbentuk elips langsing. Buahnya berbentuk lonjong seperti lemon, berwarna kuning, berdaging dan beraroma khas karena mengandung minyak atsiri pada daging buahnya.

Bila masak, kulit dan daging buah membuka dan biji akan terlihat terbungkus fuli yang berwarna merah. Satu buah menghasilkan satu biji berwarna coklat.

Biji pala mengandung minyak atsiri 7-14 persen. Bubuk rempah ini dipakai sebagai penyedap untuk roti atau kue, puding, saus, sayuran dan minuman penyegar (seperti eggnog). Minyaknya juga dipakai sebagai campuran parfum atau sabun.

Selain itu, tanaman ini juga kaya akan manfaat. Diantaranya dapat dijadikan bahan tambahan obat pengusir nyamuk. Dagingnya yang mengandung banyak nutrisi dapat dijadikan bahan dasar pembuatan berbagai jenis makanan dan minuman (manisan, sirup dan permen).

Biji dan fulinya sering dijadikan sebagai bahan utama pembuatan minyak atsiri. Begitu juga dengan daunnya. Namun pada daging buahnya pun sering dijadikan bahan baku minyak atsiri.

Tanaman rempah ini secara umum dapat tumbuh pada daerah dengan ketinggian sekitar 0-700 mdpl dengan kebutuhan curah hujan yang cukup tinggi yaitu 2000–3500 mm/tahunnya dan kelembapan udara sekitar 50-80 persen.

Tanaman ini dapat tumbuh biasanya hingga ketinggian pohon 5-15 meter atau bahkan dapat mencapai 30 meter. Pohon ini cocok tumbuh pada suhu udara sekitar 20-30oC dengan struktur tanah tempat tumbuhnya memiliki rentang yang cukup besar yaitu dari tanah padat hingga berpasir.

Berikut beberapa manfaat bagi kesehatan:

1.   Insomnia

Buahnya mengandung magnesium yang tinggi. Magnesium adalah mineral yang sangat penting dalam tubuh dalam mengurangi ketegangan saraf bahkan merangsang pelepasan serotonin, yaitu hormon yang menciptakan rasa rileks.

Serotonin berubah menjadi melatonin di otak, yang merupakan pendorong tidur, sehingga membantu seseorang menghilangkan insomnia atau kegelisahan di malam hari.

2.   Detoks Racun

Dapat bertindak sebagai tonik, yaitu zat yang bisa mengeluarkan racun-racun tubuh. Oleh sebab itu, mampu meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Buah pala dapat membantu menghilangkan racun yang tersimpan atau terakumulasi di hati dan ginjal. Manfaat buah pala ini mampu membuat organ-organ tubuh bersih dari racun yang tersimpan, misalnya aja seperti alkohol, obat-obatan, polusi, atau makanan.

Selain itu, senyawa aktif yang terkandung di dalamnya dapat membantu melarutkan batu ginjal dan meningkatkan fungsi dari ginjal dan hati.

3.   Menyehatkan Kulit

Manfaat buah pala dalam menjaga kesehatan dan kecantikan kulit, belum sepenuhnya dipahami. Namun obat herbal dan tradisional sudah lama menggunakannya. Biasanya, buah pala dioleskan pada kulit dengan dicampur oleh air atau madu.

Buah pala juga mampu mengurangi peradangan dan iritasi pada kulit, meningkatkan kelembapan kulit, serta mengurangi bekas jerawat, cacar atau bisul.

4.   Mengontrol Tekanan Darah

 

Kandungan mineral dalam buah pala efektif dalam menjaga fungsi organ. Kalium yang terkandung dalam buah pala, dapat membantu meregangkan pembuluh darah, sehigga dapat mengurangi tekanan darah dan menurunkan ketegangan pada sistem kardiovaskular.

5.   Menjaga Kesehatan Tulang

Kalsium yang terdapat dalam buah pala dapat meningkatkan kesehatan tulang kamu yang memiliki peran pada perbaikan dan pertumbuhan, juga mengurangi gejala osteoporosis.

6.   Mencegah Anemia

Kandungan zat besi dapat meningkatkan jumlah sel darah merah kamu dan mengurangi kemungkinan kamu terkena gejala kekurangan zat besi atau anemia.

7.   Meningkatkan Imunitas Tubuh dan Mengobati Influenza

Buah pala mengandung vitamin C yang dapat meningkatkan sistem imun yang ada di dalam tubuh kamu. Selain itu, Influenza juga bisa dihilangkan dan diredakan menggunakan buah pala.

Hal itu dikarenakan di dalam buah pala terdapat kandungan asam oleanolat. Asam oleanolat merupakan senyawa yang ada di dalam makanan maupun minuman. Asam tersebut tidak beracun dan juga bersifat sebagai antivirus. Virus influenza pun bisa dihilangkan.

8.   Melancarkan Pencernaan

Serat yang terdapat pada buah pala dapat merangsang proses pencernaan dengan mendorong gerakan peristaltik pada otot polos usus.

Selain itu, merangsang sekresi berbagai cairan lambung dan usus yang memudahkan proses pencernaan. Kandungan serat pada buah pala juga dapat membantu masalah pencernaan seperti diare, sembelit, dan perut kembung. Semoga Bermanfaat!


Selasa, 01 September 2020

jenis metode penyuluh kehutanan

 


Metode penyuluhan kehutanan merupakan cara penyampaian materi penyuluhan kehutanan kepada pelaku utama dan pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha,pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam melestarikan fungsi lingkungan hidup.

Metode penyuluhan kehutanan erat kaitannya dengan metode belajar oranag dewasa (andragogy). Penyuluh, yang menjalankan tugas utamanya sebagai pendidik, pengajar dan pendorong, selalu berhubungan dengan sasaran penyuluhan yang biasanya adalah para masyarakat menengah kebawah. Menurut Mardikanto (1993), sebagai suatu proses pendidikan, maka keberhasilan penyuluhan sangat dipengaruhi oleh proses belajar yang dialami dan dilakukan oleh sasaran penyuluhan. Dalam pelaksanaan penyuluhan, pemahaman proses belajar pada orang dewasa serta prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh seorang penyuluh dalam menjalankan tugasnya menjadi sangat penting peranannya karena dapat membantu penyuluh dalam mencapai tujuan penyuluhan yang telah ditentukannya.

Menurut Van den Ban dan Hawkins (1999), pilihan seorang agen penyuluhan terhadap satu metode atau teknik penyuluhan sangat tergantung kepada tujuan khusus yang ingin dicapainya dan situasi kerjanya. Karena beragamnya metode penyuluhan yang dapat digunakan dalam kegiatan penyuluhan, maka perlu diketahui penggolongan metode penyuluhan menurut jumlah sasaran yang hendak dicapai. Berdasarkan pendekatan sasaran yang ingin dicapai, penggolongan metode terbagi menjadi tiga yakni metode berdasarkan pendekatan perorangan, kelompok, dan massal.

 

Tujuan Pemilihan Metode Penyuluhan kehutanan

            Penggunaan panca indera tidak terlepas dari suatu proses belajar mengajar seseorang karena panca indera tersebut selalu terlibat di dalamnya. Hal inI dinyatakan oleh Socony Vacum Oil Co. Yang di dalam penelitiannya memperoleh hasil sebagai berikut: 1% melalui indera pengecap, 1,5% melalui indera peraba,3% melalui indera pencium, 11% melalui indera pendengar dan 83% melalui indera penglihat.

            Dalam mempelajari sesuatu, seseorang akan mengalami suatu prosesuntuk mengambil suatu keputusan yang berlangsung secara bertahap melalui serangkaian pengalaman mental fisikologis sebagai berikut:

1)      Tahap sadar yaitu sasaran mulai sadar tentang adanya inovasi yangditawarkan oleh penyuluh

2)      Tahap minta yaitu tumbuhnya minat yang seringkali ditandai oleh keinginanuntuk bertanya atau untuk mengetahui lebih banyak tentang segala sesuatuyang berkaitan dengan inovasi yang ditawarkan oleh penyuluh.

3)      Tahap menilai yaitu penilaian terhadap baik/buruk atau manfaat inovasi yangtelah diketahui informasinya secara lebih lengkap.

4)      Tahap mencoba yaitu tahap dimana sasaran mulai mencoba dalam skala keciluntuk lebih meyakinkan penilaiannya, sebelum menerapkan untuk skala yanglebih luas.

5)      Tahap menerapkan yaitu sasaran dengan penuh keyakinan berdasarkanpenilaian dan uji coba yang telah dilakukan/diamati sendiri.

 

Jadi tujuan pemilihan metode penyuluhan adalah:

1)      agar penyuluh kehutanan dapat menetapkan suatu metode atau kombinasi beberapa metode yangtepat dan berhasil guna,

2)      agar kegiatan penyuluhan kehutanan yang dilaksanakanuntuk menimbulkan perubahan yang dikehendaki yaitu perubahan perilaku yang dapat berdayaguna dan berhasilguna.

Penggolongan metode Penyuluhan

Pada prinsipnya metoda penyuluhan dapat digolongkan sesuai dengan macam-macam pendekatannya:

A. Penggolongan  dari Segi Komunikasi

Metoda penyuluhan dapat digolongkan kedalam 2 (dua) golongan yaitu :

1.        Metoda-metoda yang langsung (direct Communication/face to face Communication) dalam hal ini penyuluh langsung berhadapan muka dengan sasaran Umpannya: obrolan ditempat peternakan, dirumah, dibalai desa, di kantor, dalam penyelenggaraan suatu demonstrasi dan lain-lain.

2.        Metoda-metoda yang tidak langsung (indirect Communication) dalam hal ini penyuluh tidak langsung berhadapan secara tatap muka dengan sasaran, tetapi dalam menyampaikan pesannya melalui perantara (media).

 

B. Penggolongan  berdasarkan indera penerima

Adapun penggolongan metode berdasarkan indera penerima dibagi menjadi tiga golongan yaitu:

1.      Metode yang dilaksanakan dengan jalan memperhatikan. Pesan yang diterima melalui indra penglihatan. Misalnya penempelan poster, pemutaran film dan pemutaran slide.

2.      Metode yang disampaikan melalui indra pendengaran. Misalnya siaran kehutanan melalui radio dan hubungan telephone serata alat-alat audiotif lainnya.

3.      Metode yang disampaikan, diterima oleh sasaran melalui beberapa macam indra secara kombinasi. Misalnya:

1.      Demonstrasi hasil (dilihat, didengar, dan diraba)

2.      Demonstrasi cara (dilihat, didengar, dan diraba)

3.      Siaran melalui televisi (didengar dan dilihat)

 

C. Penggolongan Berdasarkan Pendekatan  Kepada Sasaran

a)      Metode berdasarkan pendekatan perorangan   

Dalam metode ini, penyuluh berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan sasarannya secara perorangan. Metode perorangan atau personal approach menurut Kartasaputra (Setiana, 2005), sangat efektif digunakan dalam penyuluhan karena sasaran dapat secara langsung memecahkan masalahnya dengan bimbingan khusus dari penyuluh. Adapun jika dilihat dari segi jumlah sasaran yang ingin dicapai, metode ini kurang efektif karena terbatasnya jangkauan penyuluh untuk mengunjungi dan membimbing sasaran secara individu. Metode pendekatan individu akan lebih tepat digunakan dalam mendekati tokoh-tokoh masyarakat yang berpengaruh ataupun pada golongan petani atau peternak yang menjadi panutan masyarakat setempat.

Menurut Van den Ban dan Hawkins (1999), metode pendekatan perorangan pada hakikatnya adalah paling efektif dan intensif dibanding metode lainnya, namun karena berbagai kelemahan di dalamnya, maka pendekatan ini jarang diterapkan pada program-program penyuluhan yang membutuhkan waktu yang relatif cepat. Dalam hal ini para penyuluh berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan sasaran secara perorangan.Contohnya :

a.       Kunjungan ke rumah masyarakat, ataupun petani berkunjung kerumah penyuluh dan kekantor.

b.      Surat menyurat secara perorangan.

c.       Demonstrasi pilot.

d.      Belajar perorangan, belajar praktek.

e.       Hubungan telepon

b)      Metode berdasarkan pendekatan kelompok

Dalam metode pendekatan kelompok, penyuluh berhubungan dengan sasaran penyuluhan secara kelompok. Metode pendekatan kelompok atau group approach menurut Kartasaputra (Setiana, 2005) cukup efektif, dikarenakan petani atau peternak dibimbing dan diarahkan secara kelompok untuk melakukan sesuatu kegiatan yang lebih produktif atas dasar kerja sama. Dalam pendekatan kelompok banyak manfaat yang dapat diambil, di samping dari transfer teknologi informasi juga terjadinya tukar pendapat dan pengalaman antar sasaran penyuluhan dalam kelompok yang bersangkutan.

Metode kelompok pada umumnya berdaya guna dan berhasil guna tinggi. Metode ini lebih menguntungkan karena memungkinkan adanya umpan balik, dan interaksi kelompok yang memberi kesempatan bertukar pengalaman maupun pengaruh terhadap perilaku dan norma para anggotanya. Dalam hal ini penyuluh berhubungan dengan kelompok sasaran Contohya :

a.    pertemuan (contoh : di rumah, di saung, di balai desa, dan lain-lain.

b.    Perlombaan.

c.    Demonstrtasi cara/hasil.

d.    Kursus tani.

e.    Musyawarah/diskusi kelompok/temu karya.

f.     Karyawisata.

g.    Hari lapangan petani (farm field day).

Ciri khusus metode kelompok :

a. Menjangkau lebih banyak sasaran

b. Penyatuan pengalaman petani

c. Memperkuat pembentukan sikap petani

d. Pertemuan dapat diulang

e. Keterlibatan petani bisa lebih aktif

c)      Metode berdasarkan pendekatan massal

Metode pendekatan massal atau mass approach. Sesuai dengan namanya, metode ini dapat menjangkau sasaran dengan jumlah yang cukup banyak. Dipandang dari segi penyampaian informasi, metode ini cukup baik, namun terbatas hanya dapat menimbulkan kesadaran dan keingintahuan semata. Hal ini disebabkan karena pemberi dan penerima pesan cenderung mengalami proses selektif saat menggunakan media massa sehingga pesan yang diampaikan mengalami distorsi (Van den Ban dan Hawkins, 1999). Termasuk dalam metode pendekatan massal antara lain adalah rapat umum, siaran radio, kampanye, pemutaran film, penyebaran leaflet, folder atau poster, surat kabar, dan lain sebagainya.

            Dalam hal ini penyuluh menyampaikan pesannya secara langsung maupun tidak langsung kepada sasaran dengan jumlah banyak secara sekaligus.

Contohya :

a.    Rapat (pertemuan umum)

b.    Siaran pedesaan melalui Radio/TV

c.    Pemuatan film/slide

d.    Penyebaran bahan tulisan : (brosur, leaflet, folder, booklet dan sebgainya)

e.    Pemasangan Foster dan Spanduk

f.     Pertunjukan Kesenian

Beragamnya metode penyuluhan bukan berarti kita harus memilih yang paling baik dari sekian metode yang ada, tetapi bagaimana metode tersebut cocok atau sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam penyuluhan. Berikut ini beberapa keuntungan dan kerugian dari ketiga metode tersebut (Setiana, 2005), yakni:

Tabel 2. Keuntungan dan kerugian metode penyuluhan perorangan, kelompok dan massal

Metode

Keuntungan

Kerugian

Penyuluhan perorangan

  Waktu lebih efisien

 Adanya persiapan yang mantap

  Komunikasi tersamar

  Sifatnya lebih formal

  Pengaruhnya relatif sukar

 Relatif lebih mudah diukur mengorganisasikan

Penyuluhan kelompok

     Relatif lebih efisien.

     Komunikator tidak tersamar

     Masalah pengorganisasian

 Pendekatan aktifitas pembentukan kelompok bersama

    Kesulitan dalam pengorganisasian aktivitas diskusi

  Memerlukan pembinaan calon pimpinan kelompok yang cakap dan dinamis

Penyuluhan massal

  Tidak terlalu resmi, pertanian massal

     Penuh kepercayaan

     Langsung dapat dirasakan

     Memakan waktu lebih banyak

     Biaya lebih besar

      Bersifat kurang efisien pengaruhnya

 

D. Metode Penyuluhan lainnya

a)      Metode Partisipatif

Metode penyuluhan kehutanan partisipatif yaitu masyarakat berpartisipasi secara interaktif, analisis-analisis dibuat secara bersama yang akhirnya membawa kepada suatu rencana tindakan. Partisipasi disini menggunakan proses pembelajaran yang sistematis dan terstruktur melibatkan metode-metode multidisiplin, dalam hal ini kelompok ikut mengontrol keputusan lokal. Berdasarkan atas UU SP3K pasal 26 ayat 3, dikatakan bahwa "Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui mekanisme kerja dan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi pelaku utama dan pelaku usaha".

Hal-hal yang berkaitan dengan penyusunan PRA antara lain penyuluhan kehutanan, metode, dan teknik penyuluhan seperti demplot, wawancara, anjangsana, pendekatan kelompok dan pendekatan individu. Penyuluh partisipatif merupakan pendekatan penyuluhan dari bawah ke atas (bottom up) untuk memberikan kekuasaan kepada masyarakat agar dapat mandiri, yaitu kekuasaan dalam peran, keahlian, dan sumberdaya untuk mengkaji desanya sehingga tergali potensi yang terkandung, yang dapat diaktualkan, termasuk permasalahan yang ditemukan (Suwandi, 2006). Dengan pelatihan metode penyuluhan kehutanan partisipatif, para penyuluh kahutanan akan termotivasi untuk menggali keberadaan sumber informasi kehutanan setempat yang mudah diakses oleh yang memerlukan, baik penyuluh maupun petani. Pelatihan juga akan mendorong inisiatif positif para penyuluh kehutanan, melalui pendekatan partisipatif untuk mendapatkan solusi permasalahan kehutanan di lapangan.

 

b)      Metode penyuluhan berbasis ICT

Kementerian kehutanan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM kehutanan pada tahun 2010 melakukan model penyuluhan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui cyber extension. Secara singkat dapat dikatakan bahwa cyber extension merupakan sistem informasi penyuluhan kehutanan melalui media internet (berbasis TIK) yang dibangun untuk mendukung penyediaan materi penyuluhan dan informasi kehutanan bagi penyuluh dalam memfasilitasi proses pembelajaran pelaku usaha.

Perkembangan TIK seperti komputer dan teknologi komunikasi, khususnya internet dapat digunakan untuk menjembatani informasi dan pengetahuan yang tersebar di antara yang menguasai informasi dan yang tidak.  Akses terhadap komunikasi digital membantu meningkatkan akses terhadap peluang pendidikan, meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan pemerintah, memperbesar partisipasi secara langsung dari ”used-to-be-silent-public” (masyarakat yang tidak mampu berpendapat) dalam proses demokrasi, meningkatkan peluang perdagangan dan pemasaran, memperbesar pemberdayaan masyarakat dengan memberikan suara kepada kelompok yang semula tidak bersuara (perempuan) dan kelompok yang mudah diserang, menciptakan jaringan dan peluang pendapatan untuk wanita, akses terhadap informasi pengobatan untuk masyarakat yang terisolasi dan meningkatkan peluang tenaga kerja (Servaes 2007).

Leeuwis (2004) menyatakan bahwa pesan dan teknologi (inovasi) kehutanan yang dipromosikan oleh agen penyuluhan sering tidak sesuai dan tidak mencukupi.  Hal ini memberikan implikasi bahwa informasi yang ditujukan pada masyarakat dan agen penyuluh sangat terbatas karena beberapa faktor, di antaranya adalah: staf universitas dari disiplin yang berbeda, peneliti yang terlibat, politisi, pengambil kebijakan, agroindustri dan birokrat yang memainkan peranan dalam proses promosi inovasi kehutanan tersebut.  Konsekuensinya, inovasi  yang terpadu hanya dapat diharapkan muncul ketika berbagai aktor, yang dapat mempengaruhi kecukupan pengetahuan dan teknologi, bekerjasama untuk memperbaiki kinerja kolektif.  Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu dilakukan upaya untuk memperbaiki fungsi dari sistem pengetahuan dan informasi kehutanan.

 


PERAN PENYULUH KEHUTANAN DALAM PEMBANGUNAN KEHUTANAN INDONESIA

 

Mengingat bahwa penyuluhan merupakan kegiatan pendidikan non formal dan bahwa pendidikan merupakan proses yang diharapkan membawa kepada perubahan perilaku yang diinginkan, karenanya diperlukan beragam cara untuk menciptakan situasi belajar yang baik. Cara-cara menciptakan situasi belajar tersebut secara populer disebut dengan metode penyuluhan. Metode-metode penyuluhan ini merupakan pendekatan dasar untuk melakukan pendekatan, mendorong dan mempengaruhi anggota masyarakat petani untuk belajar (Leagans 1960; Dahama dan Bhatnagar 1980).


Pemberdayaan masyarakat sebenarnya sangat erat hubungannya dengan empowerwnent. Pendekatan pemberdayaan masyarakat titik beratnya adalah penekanan pada pentingnya masyarakat lokal yang mandiri sebagai suatu sistem yang mengorganisir diri mereka sendiri. Pendekatan pemberdayaan masyarakat yang demikian diharapkan dapat memberi peranan kepada individu, bukan sebagai objek, tetapi justru sebagai subjek pelaku pembangunan yang ikut menentukan masa depan dan kehidupan masyarakat secara umum.


Pada masa pembangunan seperti sekarang ini, pandangan, perhatian dan pemeliharaan terhadap para masyarakat di pedesaan sudah semestinya diperhatikan. Kenyataannya kehidupan para masyarakat di pedesaan tingkat kesejahteraannya masih rendah. Mereka buta akan pendidikan, teknologi, sehingga produksi yang mereka lakukan kurang maksimal. masyarakat di desa sangat menginginkan perubahan. Para masyarakat di desa tidak dapat melakukan perubahan karena terbentur pada keadaan mereka sendiri, mereka kurang menguasai ilmu-ilmu yang dapat memajukan kesejahteraan mereka. 


Pada masa pembangunan seperti sekarang ini, pemerintah sangat memperhatikan pendidikan bagi mereka. Pendidikan yang cocok bagi mereka adalah pendidikan non formal yang praktis, mudah diterapkan dalam usaha-usaha produksi produk kehutanan. Untuk menumbuhkan kemandirian dan kepercayaan masyarakat akan kemampuan mereka yang selama ini kurang berdaya diperlukan adanya seorang pekerja masyarakat. Seorang pekerja masyarakat ini bisa disebut juga sebagai penyuluh.


Peranan penyuluhan dalam pemberdayaan masyarakat, yaitu:

1) menyadarkan masyarakat atas peluang yang ada untuk merencanakan hingga menikmati hasil  pembangunan,

2) memberikan kemampuan masyarakat untuk menentukan program pembangunan,

3) memberi kemampuan masyarakat dalam mengontrol masa depannya sendiri, dan

4) memberi kemampuan dalam menguasai lingkungan sosialnya.


Menurut Tonny (2003), peran seorang pekerja pengembangan masyarakat dapat dikategorikan ke dalam empat peran, yaitu :

(1) peran fasilitator (Facilitative Roles),

(2) peran pendidik (Educational Roles),

(3) peran utusan atau wakil (Representasional Roles),

(4) peran teknikal (Technical Roles).

Peranan fasilitator yang dilakukan oleh pekerja pengembangan masyarakat antara lain sebagai orang yang mampu membantu masyarakat agar masyarakat mau berpartisipasi dalam kegiatan kehutanan, orang yang mampu mendengar dan memahami aspirasi masyarakat, mampu memberikan dukungan, mampu memberikan fasilitas kepada masyarakat.


Seorang penyuluh juga harus mampu dalam memberikan pendidikan kepada masyarakat tani. Memberikan proses belajar yang terus menerus agar menumbuhkan kesadara. Penyuluh juga memberikan informasi, dan memberikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Fungsi lain adalah untuk mengembangkan masyarakat, penyuluhan berperan sebagai utusan atau wakil yang berkaitan dengan interaksi pekerja pengembangan masyarakat melalui penggunaan media, hubungan masyarakat, jaringan antara pekerja pengembangan masyarakat dan pekerja yang relevan, dan berbagi pengalaman dan pengetahuan baik secara formal maupun informal antara pekerja pengembangan masyarakat dan antara masyarakat.


Fungsi penyuluhan lainnya adalah menjembatani kesenjangan antara praktek yang biasa dijalankan oleh para petani dengan pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang menjadi kebutuhan masyarakat tersebut. Fungsi penyuluhan dapat dianggap sebagai penyampai dan penyesuaian program nasional dan regional agar dapat diikuti dan dilaksanakan oleh masyarakat, sehingga program-program masyarakat kehutanan yang disusun dengan itikad baik akan berhasil dan mendapat partisipasi masyarakat


Fungsi penyuluhan yang terakhir adalah fungsi pemberian pendidikan dan bimbingan yang berkelanjutan, yang artinya penyuluhan tidak akan berhenti begitu saja ketika mengetahui bahwa masyarakat di tempat mereka berikan pendidikan, ternyata telah dapat melakukan perubahan. Namun, penyuluh tetap membantu mereka ke arah yang lebih baik lagi.

 


jenis-jenis media penyuluh kehutanan

 
















Salah satu kegiatan dalam penyelenggaraan penyuluhan kehutanan adalah penyampaian informasi kehutanan kepada penggunanya. Informasi kehutanan tersebut bisa disampaikan secara langsung dengan tatap muka atau tidak langsung dengan menggunakan media penyuluhan kehutanan.

Penggunaan media penyuluhan kehutanan  akan membantu memperjelas informasi yang disampaikan kepada penggunanya, karena dapat lebih menarik, lebih interaktif, dapat mengatsi batasan ruang, waktu dan indera manusia. Agar informasi yang disampaikan bisa lebih jelas dan mudah dipahami sesuai dengan tujuan yang akan dicapai maka informasi tersebut perlu dikemas sesuai dengan karakteristik dari setiap media yang digunakan ( Zakaria. A, 2002).

 

Media penyuluhan kehutanan adalah segala bentuk benda yang berisi pesan atau informasi yang dapat membantu kegiatan penyuluhan kehutanan. Media penyuluhan kehutanan berguna untuk mengefektifkan komunikasi antar sumber informasi dan penerima (komunikan).

Media penyuluhan kehutanan disebut juga sebagai alat bantu penyuluhan kehutanan yang dapat dilihat, didengar, diraba, dirasa dan dicium dengan maksud untuk memperlacar komunikasi.

Landasan teoritis pentingnya penggunaan media penyuluhan kehutanan adalah:

1). Peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku merupakan hasil suatu proses belajar dalam    kegiatan penyuluhan kehutanan, yang keberhasilannya sangat ditentukan oleh efektivitas media penyuluhan kehutanan.

2). Efektivitas penggunaan media penyuluhan kehutanan sangat ditentukan oleh benyakanya indera penerimaan yang terlibat. Semakin banyak indera yang digunakan, penyampaian pesan penyuluhan kehutanan semakin mudah dimengerti. Berikut tabel yang menujukan perbedaan penerimaan materi penyuluhan dengan menggunakan berbagai indera menurut Zakaria, A. (2002):

Cara penerimaan Informasi yang diingat setelah 3 hari :

Hanya lewat pendengaran 10%

Hanya lewat penglihatan 20%

Mendengar dan melihat 40%

Mendengar, melihat dan melakukan 70%

Jenis media yang tersedia sangat banyak dan berkembang terus dengan kemajuan teknologi. Media dapat diklasifikasikan dengan beberapa cara, tapi yang penting bukanlah klasifikasinya, tetapi bagaimana media itu dapat digunakan secara tepat. Setiap media mempunyai karakteritik yang berbeda. Media yang paling efektif dikondisi tetentu, belum tentu efektif pada kondisi yang lain (Darmawan, dkk. 2005).  Masing-masing golongan media itu mempunyai keunggulan dan kelemahan serta karakteristik yang berbeda.( Zakaria, A. 2002).


Berdasarkan jumlah sasaran menurut Darmawan dkk. (2005), dibadakan menjadi media masa dan media antar perorangan. Lebih terinci lagi media dikelompokan berdasarkan bentuknya menurut Soeharto, N.P. (2005), menjadi :

Media Penyuluhan Cetak

Media Penyuluhan Audio

Media Penyuluhan Audio Visual

Media Penyuluhan Obyek Fisik

Karakteristik Umum Media Penyuluhan:

Media Massa, karakteristik umum:

Menjangkau banyak orang, tetapi tingkat pengaruhnya rendah

Menjangkau khalayak baru dan hanya sebatas pada tingkat kesadaran

Bertujuan untuk memperkenalkan program atau pesan diwilayah tertentu

Media Antar Perorangan, karakteristik umum:

Biasanya diperlukan untuk merubah sikap atau perilaku

Mempunyai pengaruh besar terhadap sedikit orang

Memungkinkan adanya pertanyaan dan umpan balik

Media Audio/Video, karakteristik umum:

Dapat digunakan oleh perorangan atau kelompok

Memerlukan peralatan

Memungkinkan penayangan suatu demontrasi, gerakan dan warna Beberapa indera bisa terlibat