Senin, 01 April 2013

keuntungan dan kerugian sistem tebang habis dan tebang pilih




Di bawah ini dapat dibandingkan keuntungan dan kerugian penggunaan sistem tebang habis dan tebang pilih (Troup, 1966 ; Lal, 1961 : Hawley & Smith, 1962 ; Daryadi & Hardjono, 1965) :
Tebang Habis
Keuntungan :

1. Operasi pembalakan terkonsentrasi di areal kecil, tetapi volume kayu besar. Alat-alat berat tidak perlu berpindah, jadi lebih murah.
2. Kerusakan akibat pembalakan terhadap tegakan muda, dicegah.
3. Kerusakan pohon akibat tumbang oleh angin, dihindari.
4. Tanaman baru terdiri dari jenis intoleran, bebas persaingan dengan tegakan tua.
5. Metoda yang sederhana, praktis, dan mudah.
6. Tegakan seumur, murni dan teratur, tumbuh cepat.
7. Pelaksanaan dengan tumpangsari : meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan.
Kerugian :
1. Memusnahkan penutup tanah, iklim mikro berubah, lahan terbuka, gulma tumbuh meluas. Sifat fisik tanah rusak, menjadi kompak/padat, akibat penyaradan balak.
2. Perlindungan terhadap erosi berkurang, juga tanah mudah longsor, terutama pada lapangan miring.
3. Secara estetika, kurang baik pemandangannya.
4. Bahaya kebakaran meningkat, karena angin dan panas terik.
5. Tidak semua jenis dan ukuran pohon laku di jual, terutama yang kecil-kecil. Kecuali kalau dapat digunakan untuk serpihan kayu.
6. Hutan baru yang seumur dan murni, kurang resisten terhadap penyakit, hama dan kebakaran.
7. Terbentuk humus yang susunannya didominasi oleh unsur tertentu, misalnya bila ditanam dengan jenis-jenis kayu konifer. Terjadi defisiensi (kekurangan) mineral tertentu pada rotasi berikut.
8. Penyulaman tanaman gagal, memerlukan pasokan benih dan persemaian.
9. Unit cost penanaman per-hektar lebih mahal.
Tebang Pilih :
Keuntungan :

1. Perlindungan terhadap tempat tumbuh dan permudaan.
2. Terjadi penutupan tajuk vertikal.
3. Perlindungan terhadap hama dan penyakit.
4. Perlindungan terhadap bahaya kebakaran.
5. Secara estetika lebih baik.
6. Permudaan alam jenis toleran dipermudah.
7. Penyesuaian dengan situasi pasaran kayu.
8. Tegakan tak seumur (campuran) lebih baik bagi habitat satwa.
9. Menjamin kelestarian produksi pada kawasan kecil.
10. Penjarangan dapat dilakukan simultan dengan pemanenan.
11. Unit cost permudaan per-hektar, lebih murah.
Kerugian :
1. Produksi kecil, tetapi areal penebangan luas, sehingga pengangkutan mahal.
2. Kerusakan akibat pembalakan terhadap tegakan sisa/tinggal.
3. Memusnahkan sumber plasma nutfah/genetika yang baik. ]
4. Bentuk pohon kurang baik, karena ruang tumbuh luas pada umur tua.
5. Permudaan jenis toleran lebih banyak dari pada jenis intoleran.
6. Memerlukan kecakapan profesional tinggi dari pelaksana/rimbawan.
7. Tertutup terhadap penggembalaan ternak.
8. Kurang menyerap tenaga kerja dalam operasinya.
9. Permudaan alam lebih sulit, misalnya luas celah/gap, demikian pula tindakan pemeliharaan/pembebasan.


di koment ya

0 tinggalkan jejak anda, dengan menanggapi postingan:

Posting Komentar

sehabis membaca, tinggalkan pesan anda ya.. sehingga saya bisa tau respon dari orang-orang yang mampir diblog saya.. ok???