Senin, 18 November 2013

laporan praktikum biologi protozoa

OLEH : Rahmat hidayat
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang
Dalam penelitian Protozoa memiliki arti protos artinya pertama dan zoon artinya hewan. Jadi,Protozoa adalah hewan pertama. Protozoa merupakan kelompok lain protista eukarioti. Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di bawah mikroskop. Beberapa organisme mempunyai sifat sama, alga dan protozoa. Sebagai contoh alga hijau Euglenophyta, selnya berflagela dan merupakan sel tunggal yang berklorofil, tetapi dapat mengalami kehilangan klorofil dan kemampuan untuk berfotosintesa. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien komplek tanpa adanya cahaya.
Protozoa merupakan hewan bersel tunggal, berinti sejati (eukariotik) da tidak memiliki dinding sel. Protozoa berasal dari kata protos yang berarti pertama dan zoo yang berarti hewan sehingga dapat diartikan sebagai hewan pertama. Ukurannya antara 3-100 mikron dan merupakan organisme mikroskopis bersifat heterotrof. Tempat hidupnya adalah tempat yang basah yang kaya zat organic, air tawar atau air laut sebagai zooplankton, beberapa jenis bersifat parasit dan menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan ternak.
Bentuk tubuh protozoa berbeda-beda pada fase yang berbeda dalam siklus hidupnya. Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cilia) atau bulu cambuk (flagel). Beberapa protozoa memiliki fase vegetatif yang bersifat aktif yang disebut tropozoit dan fase dorman dalam bentuk sista. Tropozoit akan aktif mencari makan dan bereproduksi selama kondisi memungkinkan. Jika kondisi tidak memungkinkan kehidupan tropozoit maka protozoa akan membentuk sista. Sista merupakan bentuk sel protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora yang terjadi pada bakteri. Pada saat sista protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering atau basah. Pada umumnya berkembang biak dengan membelah diri.
 Protozoa merupakan kelompok lain protista eukariotik. Kadang-kadang antara algae dan protozoa kurang jelas perbedaannya. Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di bawah mikroskop. Protozoa hidup di air atau setidaknya di tempat yang basah. Mereka umumnya hidup bebas dan terdapat di lautan, lingkungan air tawar, atau daratan. Beberapa spesies bersifat parasitik, hidup pada organisme inang. Inang protozoa yang bersifat parasit dapat berupa organisme sederhana seperti algae, sampai vertebrata yang kompleks, termasuk manusia. Beberapa spesies dapat tumbuh di dalam tanah atau pada permukaan tumbuh-tumbuhan.
Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu filum dari Kingdom Protista. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma, sitoplasma, dan mitokondria.
1.2.    Tujuan
1.    Mengamati organisme yang tergolong Protozoa pada berbagai sumber air yang tergenang.
2.    Menggambar bagian – bagiannya serta menuliskan susunan klasifikasinya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Protozoa
Protozoa merupakan sekelompok mahluk hidup yang bersel tunggal, yang heterogen, meliputi kurang lebih 50.000 Spesies yang telah diberih nama, dan 20.000 spesies telah berubah fosil. Ribuan spesies telah behasil didiskripsikan sebagai mahluk hidup sebagian babas dan sebagian lainya hidup secara parasit pada hewan lain, terutama hewan tingkat tinggi. Jumlah hewan protozoa dalam sutu tempat sering sangat menajjubkan, misalnya dalam suatu kolam dapat mencapai suatu jutaan hewan, bahkan milyaran (Jasin, 1992).
  Protozoa berasal dari bahasa yunani, yaitu protos yang artinya pertama dan zoon yang artinya hewan. Protozoa merupakan hewan yang bersifat  uniseluler, dimana setiap satu sel protozoa merupakan satu keseluruan dari organisme itu sendiri. Protoplasma dari protozoa dapat mengadakan modifikasi – modifikasi atau penonjolan – penonjolan yang dapat bersifat sementara atau tetap. Penonjolan – penonjolan yang bersifat sementara misalnya penonjolan yang berfungsi sebagai kaki pseudopodia (Lahay, 2007).
Protozoa adalah organisme uniseluler, hidup di bebas atau parasit, beberapa diantaranya bersimbiosis dengan mahluk hidup lain.  Pencernaan secara intraseluler di dalam vakuola makanan. Alat gerak berupa psedium, cilia, atau flagella pengambilan makanan secara holozik, saprozoik dan holophitik. Umumnya berkembang biak melalui pembelahan sel dan konjugasi. Alat gerak berupa kaki semu, flagel dan silia. Terdiri atas 4 kelas yaitu 1). Mastigopora 2). Rhizopoda 3). Sprozoa 4). Ciliata (Lahay, 1992).
Menurut Lahay (2007) , penonjolan yang bersifat tetap dibagi menjadi dua tipe  yaitu :
1.      Penonjolan – penonjolan yang berbentuk seperti campuk (flgellum) berjumlah satu atau dua buah dan berfungsi sebagai alat gerak.
2.      Penonjolan – penonjolan protoplasma yang berbentuk sedemikian rupa sehingga merupakan benang- benang halus (cilium) yang terdapat pada seluruh permukaan tubuh.
Protozoa hidup pada semua habitat yang memungkinkan hewan itu hidup, dan hubungan hewan itu dengan alam sekitarnya memungkinkan kita mempelajari ekologinya. Protozoa secara mutlak memerlukan lingkunagn yang basah, misalnya dalam air tawar, maupan di air garam. Tiap – tiap spesies mempunyai peranan dalam struktur trofik atau siklus energy. Beberapa protozoa yang berplgel yang mengandung khlorofil dapat mefikasikan dan menyimpan energy dari matahari dalam bentuk bahan makanan. Tetapi sebagian baesar protozoa sebagai konsumen dari bahan makanan mahluk hidup linya daik sebagai konsumen primer, sekunder pada hewan herbivore atau karnivora. Protozoa yang hidup di air sebagian akan membentuk plankton misalnya phitomastigophera (Jasin, 1992).
Menurut Lahay (2009), berdasarkan struktur dan alat gerak atau berdasarkn fase yang dominan selama siklus hidupny, protozoa dibedakan atas:                                                
 Klas 1: Sarcodina atau Rhizopoda
Klas 2: Mastigophora atau Flagellata
Klas 3: Sporozoa
Klas 4: Ciliata atau Infuzoria
Klas 5: Suktoria
Tiap-tiap spesies mempunyai peranan dalam struktur tropik  [makanan], atau siklus energi. Beberapa protozoa yang berflagella yang mengandung khlorofihil dapat mepiksasi dan menyimpan energy dari matahari dalam bentuk bahan makanan. Tetapi sebagian besar protozoa adalah sebagai konsumen bahan maknan dari makhluk hidup lain, baik sebagai consumen primer maupun konsumen sekunder pada hewan herbivore atau karnivora. Protozoa yang hidup dalam air sebagian akan membentuk plankton (phytoplankton) misalnya phytomastigogophorea (Jasin, 2009).
Sitoplasma protozoa sebagian besar tidak berwarna, tetapi beberapa spesies yang lebih kecil, misalnya stentor coerelus berwarna biru, dan blepharusma lateritia berwarna merah, merah mudah. Dua bagian sitoplsma biasanya dibedakan atas bagian pinggiran yang disebut ectoplasma dan bagian sentral yang lebih padat dan bergranula disebut endoplasma (jasin,  1992).
Mulai tahun 1980, oleh Commitee on Systematics and Evolution of the Society of Protozoologist, mengklasifikasikan protozoa menjadi 7 kelas baru, yaitu Sarcomastigophora, Ciliophora, Acetospora, Apicomplexa, Microspora, Myxospora, dan Labyrinthomorpha. Pada klasifikasi yang baru ini, Sarcodina dan Mastigophora digabung menjadi satu kelompok Sarcomastigophora, dan Sporozoa karena anggotanya sangat beragam, maka dipecah menjadi lima kelas. Contoh protozoa yang termasuk Sarcomastigophora adalah genera Monosiga, Bodo, Leishmania, Trypanosoma, Giardia, Opalina, Amoeba, Entamoeba, dan Difflugia. Anggota kelompok Ciliophora antara lain genera Didinium, Tetrahymena, Paramaecium, dan Stentor. Contoh protozoa kelompok Acetospora adalah genera Paramyxa. Apicomplexa beranggotakan genera Eimeria, Toxoplasma, Babesia, Theileria. Genera Metchnikovella termasuk kelompok Microspora. Genera Myxidium dan Kudoa adalah contoh anggota kelompok Myxospora (Anonim, 2012).
BAB III
METODOLOGI PRATIKUM
3.1. Waktu dan Tempat
            Praktikum ini dilaksanakan mulai 13.00 WITA –selesai, bertempat di Laboratorium biologi keguruan dan ilmu pendidikan universitas tadulako.
3.2. Alat dan Bahan
….

3.3. Prosedur Kerja
,,.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Pengamatan
DISESUAIKAN
4.2. Pembahasan
4.2.1. Pengertian Protozoa
Protozoa berasal dari kata protos yang berarti pertama dan zoon yang berarti hewan sehingga disebut sebagai hewan pertama.[1][1] Ukurannya antara 3 – 1000 mikron dan merupakan organisme mikroskopis bersifat heterotrof. Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu filum dari Kingdom Protista. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma, sitoplasma, dan mitokondria.[2][2] Protozoa merupakan Protista yang ciri-cirinya menyerupai hewan. Nama protozoa itu sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu protos yang artinya pertama dan zoon/zoion yang artinya hewan. Sampai sekarang, sekitar 50.000 spesies protozoa telah dideskripsikan.[3][3]
4.2.2.     Karakteristik Protozoa
a.      Ciri-ciri umum :
1.      Organisme uniseluler (bersel tunggal).
2.      Eukariotik (memiliki membran nukleus).
3.      Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok).
4.      Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof).
5.      Hidup bebas, saprofit atau parasit.
6.      Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup.
7.      Alat gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagella.
4.2.3.      Habitat Protozoa
Tempat hidupnya adalah tempat yang basah yang kaya zat organik, air tawar atau air laut sebagai zooplakton, beberapa jenis bersifat parasit dan menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan ternak.
Bentuk tubuh protozoa berbeda-beda pada fase yang berbeda dalam siklus hidupnya. Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia) atau bulu cambak (flagel). Beberapa protozoa memiliki fase vegetatif yang bersifat aktif yang disebut tropozoit dan fase dorman dalam bentuk sista. Tropozoit akan aktif mencari makan dan berproduksi selama kondisi lingkungan memungkinkan. Jika kondisi tidak memungkinkan kehidupan tropozoit maka protozoa akan membentuk sista. Sista merupakan bentuk sel protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora yang terjadi pada bakteri. Pada saat sista protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah. Pada umumnya berkembangbiak dengan membelah diri.
4.2.4. Kelas Protozoa
Protozoa memiliki 4 kelas yang dibedakan berdasarkan alat geraknya:
a.      Cilliata
Cilliata berasal dari kata cillia yang berarti bulu getar (silia). Jadi cilliata merupakan organisme yang tubuhnyaditumbuhi bulu getar atau sillia. Fungsi bulu getar atau silia yaitu untuk bergerak dan mencari makan.
Siliata banyak terdapat di laut yang mengandung zat organik tinggi dan peraairan tawar seperti sawah, rawa dan tanah berair.
Karakteristik utama dari siliata adalah alat getar berupa bulu getar (silia) pada seluruh permukaan tubuhnya. Silia ini pada sejumlah spesies diubah menjadi gelang, bulu kejut, dan jambul. Selain untuk alat gerak, silia juga berfungsi untuk menangkap makanan.
Karakteristik unik yang dimiliki siliata adalah adanya dua jenis inti pada setiap individu. Nukleus besar disebut makronukleus, dan nukleus kecil dinamakan mikronukleus. Biasanya dalam satu individu, mikronukleus berjumlah lebih banyak daripada makronukleus. Makronukleus berperan dalam pengaturan sel, pertumbuhan, dan perkembangbiakan.
Adapun mikronukleus berperan dalam reproduksi seksual. Bahan inti mikronukleus dipertukarkan ketika terjadi konjugasi.
Silia merupakan kelompok terbesar di Fillum Protozoa dengan jumlah anggota mencapai 8000 spesies.
b.      Rhizopoda atau Sarkodina
Rhizopoda berasal dari kata  rhizao yang berarti akar dan podos yang berarti kaki. Jadi rhizopoda artinya kaki yang berbentuk seperti akar. Fillum rhizopoda disebut juga sarcodina yang berasal dari kata Sarcodes yang berarti daging, karena bentuknya yang seperti gumpalan daging. Rhizopoda/sarcodina bergerak dengan menggunakan kaki semu atau pseudopodia yang merupakan bentuk penonjolan atau penjuluran dari protoplasmanya. Pseudopodia pada rhizopoda ada beberapa tipe :
a.      Tipe Lobadia
Ujung penjulurannya tumpul seperti tabung dan protoplasmanya terdiri atas ektoplasma dan endoplasma.
b.      Tipe Filopodia
Ujung penjulurannya runcing dan biasanya bercabang. Protoplasmanya tersusun dari ektoplasma dan plasma saja.
Selain digunakan untuk bergerak, pseudopodia memang digunakan untuk menangkap mangsa. Makanan rhizopoda berupa organisme kecil-kecil seperti bakteri, alga, bahkan protozoa lain.
Contoh rhizopoda yang paling terkenal adalah Amoeba sp. Secara struktural Amoeba dilimdungi oleh membran sel dan di dalam sitoplasmanya terdapat organel seperti nukleus, vakuola kontraktil, dan vakuola makanan. Ukuran tubuh Amoeba berkisar antara 200-300 mikron. Amoeba ada yang hidup di luar tubuh organisme (ektoamoeba) misalnya Amoeba proteus. Namun ada juga yang hidup di dalam tubuh organisme (entamoeba) misalnya Entamoeba histolytica yang sifatnya parasit dalam tubuh manusia.
Respirasi Amoeba dilakukan secara difusi melalui seluruh permukaan tubuhnya. Proses pencernaannya dilakukan secara fagositosis dan makanannya berupa alga, bakteri, protozoa lain, dan tumbuhan yang sudah mati. Reproduksinya dilakukan secara vegetatif dengan membelah diri.
c.       Flagellata atau mastigofora
Flagellata berasal dari kata flagellum yang berarti bulu cambuk. Jaadi, organisme yang termasuk fillum Flagellata semuanya memiliki bulu cambuk . fillum flagellata disebut juga mastigophora (mastix : bulu cambuk dan phoros : membawa). Flagel atau bulu cambuk selain sebagai alat gerak juga berfungsi untuk alat peraba dan alat penangkap makanan.[4][15]
Flagel juga berfungsi sebagai alat indera. Kelompok flagellata merupakan kelompok protozoa yang unik. Beberapa anggotanya memiliki klorofil sehingga ada yang mengelompokkannya ke dalam alga. Berdasarkan ada tidaknya klorofil, flagellata dibagi menjadi fitoflagellata dan zooflagellata.
d. Fitoflagellata
Merupakan anggota flagellata yang dapat melakukan fotosintesis. Contoh fitoflagellata adalah Euglena viridis, Dinoflagellata dan Volvox.
·         Euglena
Ciri utama Euglena adalah adanya satu atau dua flagel berukuran panjang di bagian ujung anterior. Euglena memiliki keunikan dengan adanya alat penerima cahaya (fotoreseptor) berwarna merah yang disebut dengan stigma. Fotoreseptor ini berfungsi sebagai alat indra yang membedakan gelap dan terang.  
·         Dinoflagellata
Dinoflagellata umumnya merupakan organisme uniseluler dengan dua flagel yang akan lepas ketika dia membentuk kista. Ada pula Dinoflagellata yang kehilangan flagelnya dan menjadi nonmotil. Beberapa spesies Dinoflagellata mengeluarkan pendar cahaya dari tubuhnya.
·         Volvox
Merupakan fitoflagellata berbentuk tubuh bulat dengan dua atau empat flagel pada setiap selnya. Flagel-flagel ini dihubungkan oleh rantai protoplasma.
·        Zooflagellata
Zooflagellata merpakan flagellata yang tidak memiliki klorofil. Contoh yang terkenal dari zooflagellata adalah Trypanosoma dan Leishmania yang bersifat parasit pada manusia dan hewan.
·         Trypanosoma
Trypanosoma memiliki tubuh berbentuk pipih panjang seperti daun. Infeksi karena Trypanosoma disebut tripanosomiasis. Trypanosoma memiliki hospes perantara hewan-hewan pengisap darah.

·         Leishmania
Leishmania menyebabkan penyakit pada sel endotelium pembuluh darah. Infeksi karena Leishmania disebut leishmaniasis
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
George H, Fried.  Biologi Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga, 2006.
Hala, Yusminah. Biologi Umum 2. Makassar: UIN Alauddin Press, 2007.
Radiopoetro. Zoologi Avertebrata. Erlangga : Jakarta, 1986.
Rohmimohtarto. Zoologi Invertebrata. Pustaka: Jakarta, 2007.
Sumiati Sa’adah. 2010.Materi Pokok Zologi Invertebrata. Bandung
Anshori. Moch. 2009. Biologi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (MA) Kelas X. Jakarta ; Depdiknas
Aziz, Abdul. 2008. Dan Alampun Bertasbih. Jakarta; Balai Pustaka.
Ensiklopedi SAINS dan Kehidupan. Pusat Perbukuan Proyek Pengembangan Sistem dan Standar Pembukuan Dasar dan Menengah;Depdiknas. 2003
Pitriana, Pipit. 2008. Bioekspo;Menjelajah Alam dengan Biologi. Solo; Wangsa Jatra Lestari.
Pratiwi, D.A. 2004. Buku Penuntun Biologi SMA. Jakarta;Erlangga.










2 komentar:

sehabis membaca, tinggalkan pesan anda ya.. sehingga saya bisa tau respon dari orang-orang yang mampir diblog saya.. ok???