Kamis, 14 November 2013

Biologi 1 : Sel hewan dan sel tumbuhan


BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sel merupakan unit struktural fungsional terkecil dari kehidupan. Sel dibentuk atas berbagai kompartemen. Organ tubuh manusia terbentuk dari sel dan matriks interselular. Untuk mengamati sel dan jaringan tubuh yang berukuran kecil diperlukan mikroskop dan pengetahuan pemrosesan jaringan dan istilah-istilah dalam pengamatan mikroskopis sel. Struktur sel terdiri dari dua bagian yaitu protoplasma dan membran/dinding sel.
Fungsi sel adalah tempat terjadinya fungsi kehidupan. Ukuran dan tipe sel memiliki ukuran yang sangat kecil. Umumnya, sel berdiameter 1-100 m. sel-sel memiliki volume kecil dengan tujuan untuk mempertahankan rasio yang besar dari luas permukaan terhadap volume. Sel terdiri atas dua kelompok utama yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Perbedaan antara sel prokariotik dan sel eukariotik adalah sel eukariotik terdapat pengorganisasian atau pemisahan organel-organel sel yang lebih jelas, sedangkan organel-organel sel prokariotik tidak memiliki membran seperti sel eukariotik, seluruh proses metabolisme prokariotik terjadi dalam sitoplasma sel.
1.2 Tujuan
tujuan dari praktikum biologi dasar ini untuk mengetahui berbagai macam bentuk sel tumbuhan dan sel hewan.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Sel Tumbuhan dan Sel Hewan
Sel adalah bagian terkecil dari makhluk hidup. Ukran sel sangat kecil sehingga untuk melihatnya harus menggunakan alat yang disebut mikroskop.
Pada awalnya sel-sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuan. Robert hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Kata sel berasal dari bahasa latin cellula yang artinya rongga/ruangan (Anonim,2009 :1)
Didasarkan pada perbedaan mikroskopik dan aspek-aspek biokimia, sel hidup dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik termasuk bakteri, algae, netketsikel tidak mempunyai anatomi intraseluler yang kompleks. Sebaliknya sel eukariotik termasuk ragi, jamur, tumbuhan, sel hewan mempunyai membran inti yang jelas serta mempunyai beberapa struktur intraseluler dan beberapa organel (Arbianto, 1996:1).
Sel tumbuhan dan sel hewan merupakan variasi dari suatu tipe unit dasar atau satuan struktur. Perbedaan pokok antara sel hewan dan sel tumbuhan adalah pada sel hewan tidak memiliki dinding sel yang nyata, tetapi berupa membran plasma. Selain perbedaan tersebut, pada sel tumbuhan dijumpai adanya plastida serta vakuola sel yang dapat membesar. Sedangkan pada sel hewan tidak demikian (Sumardi, 1992 : 9-10)
BAB III. METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
            Praktikum ini dilaksanakan mulai 13.00 WITA –selesai, bertempat di Laboratorium biologi keguruan dan ilmu pendidikan universitas tadulako.
3.2 Alat dan Bahan
            Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah :
·         Pipet tetes
·         Skapel / silet
·         Jarum
·         Gelas Pengaduk
·         Gelas arloji
·         Pinset
·         Gelas objek
·         Gelas penutup
·         Mikroskop
·         Cawan petri
Sedangkan bahan yang digunakan adalah :
·         Sel epitel rongga mulut
·         Darah katak
·         Allium cepa
·         Manihot eseulenta
·         Hydrika verticikata
·         Allamada catharica
·         Alkohol 70 %
·         Kapas
·         Kertas isap
·         Pewarna
·         Garam fisiologis
·         Air atau aquades
3.3. Prosedur Kerja
1. Sel epitel rongga mulut
a.       Membersihkan tangkai karpel dengan alkohol 70%, dengan menggunakan tangkai kapel
b.      koereklah bagian dalam pipi anda kemudian oleskan pada gelas objek.
c.       Tetesi dengan etalin blue atau eoisn serta tutupi dengan gelas penutup dan amati dengan mikroskop.
2.      Percobaan darah katak
a.       Mengambil satu tetes darah katak yang telah dicampur dengan larutan fisiologis
b.      lalu teteskan pada gelas objek dan tutup dengan gelas penutup, amati dibawah mikroskop, mulai dari perbesaran lemah.
3.      Percobaan Allium cepa
a.       Mengambil potongan bawang merah (Allium cepa), epidermis berupa selaput tipis menggunakan pinset,
b.      tambahkan satu atau dua tetes air lalu amati dibawah mikroskop dengan perbesaran lemah, gambar beberapa sel dengan bagian-bagiannya.
4.      Percobaan Manihot esculenta
a.       Membuat irisan melintang pada tangkai daun ubi kayu, buat irisan yang tipis.
b.      Gunakan media air, maka akan tampak sel-sel gabus yang berupa sel-sel mati.
c.       Gambarlah sel gabus dan bagian-bagiannya itu.
5.      Percobaan Hydrilla verticilata
a.       Mencabut helai daun Hydrilla verticlata yang masih muda pada bagian ujung-ujungnya.
b.      Membuat medium preparat dengan air dan amtilah, dengan mudah akan tampak bentuk sel serta butir-butir kloroplas dan vakuola sel.
c.       Gambarlah beberapa sel lengkap dengan bagian-bagian yang anda kenali.
6.      Percobaan Allamanda catharica
a.       Membuat preparat epidermis bunga alamanda dengan menggunakan pinset.
b.      Amati dibawah mikroskop maka akan terlihat jaringan epidermis dengan bentuk sel-selnya yang khas dan penuh dengan kromoplas yang mengandung sentofil.
c.       Amati dan bambar hasilnya.

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Pengamatan
No
Gambar
Pembesaran
Keterangan
























4.2 Pembahasan
4.2.1 Sel Tumbuhan        
http://1.bp.blogspot.com/-KvREl6XzcnU/UD9TTpGr9XI/AAAAAAAAACc/UNnFb4z2DmA/s320/SEL+TUMB.pnghttp://4.bp.blogspot.com/-Y36qkOsuXJI/UD9TWfpT1iI/AAAAAAAAACk/hIawarWID9M/s1600/KETERAGN+SEL+TUMB.png
Sel-sel tumbuhan dewasa berbeda satu dengan yang lain dalam ukuran, bentuk, struktur dan fungsinya. Walaupun demikian semua sel tumbuhan memiliki persamaan dalam beberapa segi sehingga dapat dibanyangkan suatu hipotesis sebuah sel yang segi-segi dasarnya ada dalam bentuk yang secara nisbi tidak termodifikasi.
Berikut struktur-struktur sel-sel tumbuhan
a.      Dinding sel
Sel tumbuhan terdiri atas protoplas yang terselubungi oleh dinding sel. Dinding sel tumbuhan memiliki struktur yang kompleks dengan memiliki tiga bagian fundamental yang dapat dibedakan yaitu lamela tengah, dinding sel primer dan dinding sel sekunder. Semua sel memiliki lamela tengah dan dinding sel primer, sedangkan dinding sel sekunder hanya pada sel-sel tipe tertentu.

b.      Membran sel
Membran sel atau membran plasma merupakan bagian sel yang paling luar yang membatasi isi sel dan sekitarnya. Membran ini tersusun dari dua lapisan yang terdiri dari fosfolipid (50%) dan protein/lipoprotein (50%). Membran plasma bersifat semipermeabel atau selektif permeabel yang berfungsi mengatur gerakan materi atau transportasi zat-zat terlarut masuk dan keluar dari sel.
c.       Nukleus
Nukleus adalah inti sel yang memiliki membran inti dengan susunan molekul sama dengan membran sel yaitu berupa lipoprotein. Pori-pori pada membran inti memungkinkan hubungan antara nukleoplasma dan sitoplasma. Fungsi utama nukleus adalah sebagai pusat yang mengontrol kegiatan sel dan mengandung bahan-bahan yang menentukan sifat-sifat turun-temurun suatu organisma.
d.      Retikulum endoplasma
Retikulum endoplasma merupakan perluasan membran yang saling berhubungan yang membentuk saluran pipih atau lubang seperti tabung di dalam sitoplasma. Dalam pengamatan mikroskop, retikulum endoplasma nampak seperti saluran berkelok-kelok dan jala yang berongga-rongga. Saluran-saluran tersebut berfungsi membantu gerakan subsatansi-subsatansi dari satu bagainsel ke bagian sel lainnya. Dalam sel terdapat dua tipe retikulum endoplasma (RE) yaitu retikulum endoplasma kasar (REK) dan retikulum endoplasma halus (REH).


e.       Badan golgi.
Badan golgi adalah sekelompok kantong (vesikula) pipih yang dikelilingi membran. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik. Badan golgi pada sel tumbuhan biasa disebut diktiosom. Badan golgi dibangun oleh membran yang berbentuk sisterna, tubulus dan vesikula. Sisterna mebentuk pembuluh halus (tubulus). Dari tubulus diepaskan kantong-kantong kecil yang berisi bahan-bahanyang diperlukan seperti enzim-enzim atau pembentuk dinding sel.
f.       Ribosom
Ribosom adalah organel kecil bergaris tengah 17 – 20 mikron yang tersusun oleh RNA ribosom dan protein. Ribosom terdapat pada semua sel hidup dan terdapat bebas dalam sitoplasma atau melekat pada REK. Tiap ribosom terdiri atas dua sub unit yang saling behubungan dalam suatu ikatan yang distabilkan oleh ion magnesium. Ribosom berfungsi untuk sintesis protein, dimana pada waktu sintesis protein, ribosom mengelompok membentuk poliribosom (polisom).

g.      Peroksisom dan glioksisom
Peroksisom adalah kantong-kantong yang memiliki membran tunggal. Peroksisom berisi berbagai enzim dan yang paling khas adalah enzim katalase. Fungsi enzim tersebut adalah mengkatalisis perombakan hydrogen peroksida (H2O2). Senyawa tersebut merupakan produk metabolisme sel yang berpotensi membahayakan sel. Peroksisom juga berperan dalam perubahan lemak menjadi karbohidrat.

h.      Plastida
Plastida adalah organel sitoplasma yang tersebar pada sel tumbuhan dan terlihat jelas di bawah mikroskop sederhana. Plastida sangat bervariasi ukuran dan bentuknya, pada sel-sel tumbuhan berbunga biasanya berbentuk piringan kecil bikonveks.
i.        Vakuola sentral
Vakuola adalah rongga besar di bagian dalam sel yang berisi cairan vakuola yang merupakan suatu larutan cair berbagai bahan organik dan anorganik yang kebanyakan adalah cadangan makanan atau hasil sampingan metabolisme. Vakuola diselubungi oleh selaput vakuola yang disebut tonoplas. Umumnya vakuola tidak berwarna, namun dapat berwarna kebiru-biruan atau kemerah-merahan karena adanya pigmen terlarut yang termasuk bahan kimia kelompok antosianin.
4.2.2. Sel Hewan
Selhewan, gambar sel hewan, gambar sel
Sebuah sel hewan dapat terdiri dari apa pun dari organisme sel tunggal sampai ke sel otot jantung pada manusia. Sedangkan sel sangat bervariasi dalam kemampuan dan fungsi mereka, mereka semua berisi komponen spesifik tertentu, yang dikenal sebagai organel.
a.      Membran Sel
Membran sel adalah kantung yang mengelilingi seluruh sel. Tembok kota sel, itu terdiri dari bilayer fosfolipid, yang membuatnya tahan air, atau "hidrofobik". Ada juga lubang protein kecil yang memungkinkan nutrisi untuk lulus dan keluar dari sel. Inti Inti adalah otak dari sel. Ini berisi petunjuk DNA untuk setiap fungsi tunggal bahwa sel melakukan.
b.      Retikulum Endoplasma
ER menyediakan pipa sel. Mengangkut enzim dan bahan kimia penting untuk pemecahan protein dan pemeliharaan keseluruhan sel.
c.       Apparatus golgi
Fungsi Aparaturs Golgi sebagai kantor pos dalam sel. Ini mengubah bahan kimia untuk membuat berguna untuk sel, melepaskan zat kimia dari vesikula, menyimpan bahan kimia berbahaya dalam lipatan nya, dan diyakini untuk membuat ER.
d.      Mitokondria
Mitokondria adalah pembangkit tenaga listrik sel. Mereka mengambil helaian protein dan menggabungkannya dengan bahan kimia yang diperlukan untuk menciptakan energi murni. Proses ini dikenal sebagai respirasi sel.

e.       Flagela dan Cilia
Struktur whiplike bahwa organisme bersel tunggal digunakan untuk mendorong tubuhnya melalui lingkungan mereka terdiri dari protein yang sama dengan bundel mikrotubulus yang membentuk sentriol pada sel hewan. Pada hewan multiseluler, zat silia bergerak dalam saluran pernapasan dan pencernaan. Pendengaran dan sel-sel reproduksi juga mempekerjakan silia untuk bergerak dan sensasi. Sel tumbuhan tidak memiliki sarana gerakan independen, juga tidak bergantung pada silia untuk transportasi bahan atau untuk transmisi informasi ke sistem saraf pusat.
f.       Lisosom
Lisosom bertindak sebagai sistem pencernaan sel hewan. Sama seperti perut hewan multiseluler yang berisi cairan lambung untuk memecah makanan, organel ini mengandung enzim yang terpisah menjadi bahan komponen yang dapat digunakan pada tingkat sel. Organel yang hidup lebih lama dari utilitas mereka, masalah sampah dan partikel makanan bisa dicerna dalam lisosom dan diekskresikan melalui vakuola. Sel hewan mengandung lisosom berlimpah, banyak sel-sel tumbuhan tidak memiliki struktur pencernaan, sementara mereka yang melakukan mengandung mereka memiliki lebih sedikit dari mereka.
g.      Sitoskeleton
Sementara sel-sel tumbuhan memiliki struktur protein internal yang membentuk sitoskeleton, struktur keseluruhan mereka lebih bergantung pada dinding sel yang kaku mereka, elemen yang tidak memiliki sel-sel hewan. Sebaliknya, sel-sel hewan mengandung sitoskeleton fleksibel terdiri dari filamen aktin, antara filamen tebal dan mikrotubulus berongga. Perbedaan antara tanaman dan hewan struktur sel bermain keluar pada tingkat makroskopik dalam fleksibilitas kehidupan hewan makroskopik versus imobilitas relatif kehidupan tanaman.
BAB IV
PENUTUP


-       Sel adalah organisme terkecil yang mengandung kehidupan.
-    Dari hasil pengamatan sel hewan dan sel tumbuhan yaitu dari hasil pengamatan yang dilakukan adalah berbeda-beda.
-   Perbedaan dari sel yang diamati adalah terdapat pada bentuk sel dan organel-organel penyusunnya.
-     Sel tumbuhan memiliki bentuk yang tetap (umumnya hexagonal, karena memiliki dinding sel).
-       Sel tumbuhan berbeda dengan sel hewan, karena sel tumbuhan memiliki plastida, vakuola, dinding sel (sel hewan tidak memilikinya), serta sel tumbuhan tidak memiliki sentriol dan lisosom.
            sebaiknya praktikum dilaksanakan dengan on time, sehingga pelaksanaan praktikum berjalan sesuai rencana
Arbianto, p, 1996. Biokimia konsep-konsep dasar. Bandung :Departemen  
pendidikan dan kebudayaan.
Cambell. 2002. Biologi. Jakarta Erlangga.

Friend, geogre. 2005. Biology. Jakarta Yudhistira.

Sumardi, I. 1996 . Struktur dan Pengembangan Tumbuhan. Yogyakarta : fakultas
biologi UGM.

Sutrian. 2009. Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan (diskses : http
://pixaby.com.pada hari selasa 16 Oktober 2012, pukul 17:49 WITA).

Syukri. 2010. Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan (Diakses : http : //sarjanaku.
Com. Pada hari selasa, 16 Oktober 2012, Pukul 17:49 WITA).




di koment ya

1 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya

    irhamabdulazis271.student.ipb.ac.id

    BalasHapus

sehabis membaca, tinggalkan pesan anda ya.. sehingga saya bisa tau respon dari orang-orang yang mampir diblog saya.. ok???