Jumat, 08 November 2013

Interaksi tanaman dalam sistem Agroforestry

Dalam kontek pembangunan pertanian berkelanjutan pada dasarnya berarti kemampuan untuk tetap produktif sekaligus mempertahankan basis sumberdaya. Menurut Reijntjes dkk., (1999), pertanian berkelanjutan mempunyai ciri-ciri : mantap secara ekologis, bisa berlanjut secara ekonomis, adil, manusiawi dan luwes. Pertanian berkelanjutan dan Pembangunan pedesaan didefinisikan sebagai pengelolaan dan konservasi sumber daya alam, dan orientasi teknologi dan perubahan institusi dalam suatu cara untuk meyakinkan hasil yang dicapai dan kepuasan yang berkelanjutan kebutuhan manusia untuk sekarang dan generasi masa datang. Pembangunan yang berkelanjutan memelihara sumber daya lahan, air dan tanaman dan genetik hewan yang secara lingkungan tidak terdegradasi, secara teknologi yang tepat, secara ekonomi dapat berjalan dan secara sosisal dapat diterima (FAO, 1995 dalam Young, 1997). 

Secara sederhana penggunaan lahan yang berkelanjutan merupakan sesuatu yang mempertemukan kebutuhan untuk produksi pengguna lahan sekarang, tetapi memelihara sumberdaya pokok untuk generasi mendatang yang mana tergantung produksi. Sustainable dapat terjadi ketika produksi dan konservasi daapt berjalan secara selaras. 


Pengaruh interaksi pohon dan tanamam dalam pengelolaan tanah menunjukkan respon positif (+) terhadap peningkatan produktivitas, memperbaiki kesuburan tanah, siklus hara, konservasi tanah baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu dengan adanya beberapa keanekaragaman tanaman yang ditanam menunjukan hubungan satu sama lainnya. Salah satu hubungan positif yang dapat diketahui adalah diketahuinya factor pendukung antar tanaman dimana tanaman-tanaman tertentu membutuhkan cahaya yang banyak dalam pertumbuhannya (intoleran) serta adanya tanaman yang membutuhkan naungan atau membutuhkan sedikit cahaya (toleran).

Dengan adanya kebutuhan yang berbeda ini maka antara tumbuhan dapat dikombinasikan sehingga dapat menghasilkan suatu output yang maksimal. Selain hubungan positif tersebut, hubungan yang memberikan dampak saling merugikan juga dapat dijadikan acuan untuk memilih tanaman yang akan dikombinasikan. Interaksi yang memberikan kerugian antara tanaman kehutanan dan tanaman pertanian diantaranya adalah sifat alellopaty yaitu penghambatan pertumbuhan tanaman oleh adanya zat kimia yang dilepaskan ke dalam tanah oleh tanaman tetangganya contohnya adalah Casuarina equisetifolia dengan Sunflower Serta Eucalyptus tereticornis dan Sorghum.
           


di koment ya

1 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya

    irhamabdulazis271.student.ipb.ac.id

    BalasHapus

sehabis membaca, tinggalkan pesan anda ya.. sehingga saya bisa tau respon dari orang-orang yang mampir diblog saya.. ok???