Sabtu, 21 September 2013

Ciri-ciri Vegetasi hutan Mangrove

CIRI-CIRI VEGETASI HUTAN MANGROVE
OLEH: RAHMAT HIDAYAT
Bengen (2000), mengatakan bahwa hutan mangrove memiliki ciri-ciri fisik yang unik dibanding tanaman lain. Hutan mangrove mempunyai tajuk yang rata dan rapat serta memiliki jenis pohon yang selalu berdaun. Keadaan lingkungan dimana hutan mangrove tumbuh, mempunyai faktor-faktor yang ekstrim seperti salinitas air tanahnya tergenang air terus menerus. Meskipun mangrove toleran terhadap tanah bergaram namun mangrove juga dapat tumbuh dengan baik di air tawar.
Ciri-ciri ekosistem mangrove terpenting dari penampakan hutan mangrove, terlepas dari habitatnya yang unik adalah:
Ø   Memiliki jenis pohon yang relatif sedikit
Ø   Memiliki akar tidak beraturan (pneumatofora) misalnya seperti jangkar melengkung dan menjulang
Ø   Memiliki biji yang bersifat vivipar atau dapat berkecambah di pohonnya, khususnya pada jenis Rhizophora.
Sedangkan tempat hidup hutan mangrove merupakan habitat yang unik dan memiliki ciri-ciri khusus ekosistem mangrove, diantaranya adalah:
Ø   Tanahnya tergenang air laut secara berkala, baik setiap hari atau hanya tergenang pada saat pasang pertama
Ø   Tempat tersebut menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat
Ø   Airnya berkadar garam (bersalinitas) payau (2-22 %) hingga asin.
Ekosistem mangrove juga merupakan suatu kawasan ekosistem yang rumit karena terkait dengan ekosistem darat dan ekosistem lepas pantai di luarnya (Nybakken, 1988 dalam Arief, 2003). Oleh karena itu, hutan mangrove dapat dikatakan sebagai interface ecosystem yang menghubungkan daratan kearah pedalaman serta daerah pesisir muara. Banyak jenis hewan dan jasad renik yang berasosiasi dengan hutan mangrove. Di antara berbagai jenis hewan dan jasad renik, baik yang terdapat pada lantai hutan maupun yang menempel pada tanaman, sebagian dari daur hidupnya membutuhkan lingkungan mangrove.
Sistem perakaran yang khas pada tumbuhan mangrove yang berupa akar tunjang, pneumatofor, dan akar lutut dapat menghambat arus air dan ombak.  Perakaran tumbuhan menyebabkan kekuatan arus dan ombak menjadi lemah dan garis pantai terhindar dari pengikisan (abrasi). Bahkan dengan melemahnya arus akan menyebabkan massa lumpur yang terbawa air akan mengendap dan terjebak diantara akar-akar mangrove sehingga garis pantai bergerak kearah laut. Rimbunan tajuk pohon juga menjadi penahan tiupan angin laut sehingga kawasan di belakang hutan pantai dapat terhindar dari kerusakan oleh angin laut yang kencang. Secara keseluruhan akan mempengaruhi iklim mikro dari kawasan tersebut (Ekariyono dan Sugiarto, 2003). 
Menurut Sukardjo, (1984) dalam Fachrul, (2007) menjelaskan bahwa perakaran pada pohon mangrove berfungsi untuk membantu tumbuhan mangrove bernafas dan agar tetap berdiri tegak. Bagian perakaran yang ada di dalam tanah umumnya horizontal, bercabang banyak dan berakar rambut yang kecil dan halus. Akar utamanya menembus ke dalam tanah dan mempunyai banyak akar samping yang panjang berfungsi sebagai jangkar. Akar samping yang mencuat kepermukaan tanah disebut juga akar napas atau pneumatofor.

di koment ya

1 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya

    irhamabdulazis271.student.ipb.ac.id

    BalasHapus

sehabis membaca, tinggalkan pesan anda ya.. sehingga saya bisa tau respon dari orang-orang yang mampir diblog saya.. ok???