Selasa, 17 September 2013

Faktor Pengganggu Pada Saat Proses Respirasi

FAKTOR PENGGANGGU PADA SAAT PROSES RESPIRASI

Oleh : RAHMAT HIIDAYAT


3.1.    Hipoksia
Hipoksia merupakan suatu keadaan dimana jaringan atau sel kekurangan    oksigen.  Secara klinis, dikenal 4 jenis hipoksia yaitu:
  • Hipoksia Hipoksik :  Terjadi apabila ketersediaan oksigen untuk sel-sel darah merah dari atmosfir  berkurang (pO2 rendah).  Penyebabnya adalah : a) rendahnya  pO2 atmosfir seperti di tempat ketinggian, b) hipoventilasi seperti pada kelumpuhan otot-otot pernafasan, depresi  pengendali respirasi di medulla oblongata,  tekanan eksternal yang tinggi pada thoraks, pada obstruksi  aliran udara dan atelektasis (paru-paru kolaps), c) penghambatan difusi kapiler alveolar seperti pada  udema pulmonari, pneumonia atau fibrosis, d) ketidakseimbangan ventilasi-perfusi seperti pada empisema.
  • Hipoksia anemik:  Terjadi oleh karena kapasitas O2 darah rendah.  p O2 arteri normal, tetapi jumlah Hb yang tersedia untuk membawa O2 berkurang.  Dalam keadaan istirahat, hipoksia akibat anemia jarang sekali parah, tetapi pada saat latihan dapat menjadi penghalang.  Penyebabnya adalah : a) Penurunan  hitung eritrosit karena kehilangan darah, atau penurunan  produksi atau peningkatan perombakan  eritrosit,  b) penurunan konsentrasi Hb  sebagai akibat defisiensi Fe, c) sintesis Hb tidak normal seperti pada anemia sel sabit, d) penurunan pengikatan O2 seperti pada keracunan CO, atau pada perubahan kimia  Hb (metemoglobinemia).
  • Hipoksia  Iskemik  (sirkulatoris atau stagnant):   Terjadi pada saat syok, gagal jantung atau obstruksi intravascular.  pO2 pada paru-paru dan konsentrasi Hb normal tetapi pengiriman O2 ke jaringan tidak cukup.
  • Hipoksia histotoksik :  Terjadi ketika jaringan  tidak dapat menggunakan O2 untuk oksidasi. Pengiriman O2 cukup tetapi sel tidak dapat menggunakan O2 yang disuplai oleh mereka.  Hal ini terjadi seperti pada keracunan sianida dimana sitokrom oksidase  menjadi inaktif.
Efek Hipoksia : Efek hipoksia sangat tergantung pada jaringan yang terkena karena sensitifitas jaringan terhadap hipoksia berbeda-beda.  Pada umumnya otak paling sensitif.  Anoksia (ketiadaan oksigen) dapat menyebabkan kehilangan kesadaran dalam waktu 15 detik, kerusakan yang ireversibel dalam waktu sekitar 2 menit dan kematian sel dalam waktu 4-5 menit.
3.2.  Sianosis:
 Sianosis terjadi ketika Hb yang mengalami deoksigensi dalam kapiler melebihi 50 g/L. Karena ia berwarna gelap, bantalan kuku,bibir, cuping telinga dan daerah dimana kulitnya tipis berubah warna menjadi ungu kehitam-hitaman.
SEKIAN
TERIMA KASIH

di koment ya

1 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya

    irhamabdulazis271.student.ipb.ac.id

    BalasHapus

sehabis membaca, tinggalkan pesan anda ya.. sehingga saya bisa tau respon dari orang-orang yang mampir diblog saya.. ok???