Rabu, 12 Maret 2014

Pengertian dan kedudukan Ilmu Penyakit Hutan

Pengertian dan kedudukan ilmu penyakit hutan
Pengertian secara umum dari penyakit tumbuhan adalah suatu perubahan atau penyimpangan dari rangkaian proses fisiologi penggunaan energi yang mengakibatkan hilangnya koordinasi fisiologi di dalam tubuh tumbuhan, termasuk gangguan aktivitas seluler yang ditunjukan oleh perubahan morfologi dan menimbulkan kerusakan (kerugian). Ilmu penyakit tanaman hutan mempelajari rangkaian proses penyimpangan (perubahan) fisiologi pada tanamantanaman penyusun hutan dan upaya pengelolaannya. Di dalam profesi kehutanan, mempelajari kerusakan berarti mempelajari ilmu pengetahuan dan mempelajari pengelolaan berarti mempelajari seni. Sebagai ilmu, penyakit tanaman hutan mempelajari proses dan sifat-sifat kerusakan tanaman. Sebagai seni, penyakit tanaman hutan merupakan bagian dari ilmu kehutanan yang mengembangkan prinsip-prinsip dasar pencegahan dan manajemen kerusakan tanamantanaman penyusun hutan.
Subyek bahasan dalam ilmu penyakit tanaman hutan pada tulisan ini terdiri atas:
1.  Faktor-faktor biotik dan abiotik yang menyebabkan tanaman-tanaman hutan menjadi sakit
2.  Mekanisme penyimpangan faktor-faktor biotik dan abiotik sehingga menyebabkan penyakit pada tanaman
3.  Interaksi antara tanaman hutan dengan faktor-faktor penyebab penyakit
4. Metode pengelolaan hutan untuk mencegah dan mengurangi kerugian akibat penyakit.
Kerusakan tanaman hutan dapat disebabkan oleh faktor biotik (hewan, tumbuhan, dan mikroba) dan faktor-faktor abiotik (fisik, kimia). Faktor biotik yang tergolong binatang sebagai organisme penyebeb kerusakan disebut hama, sedangkan yang bukan binatang (mikroba dan tumbuhan) tetapi hidup pada dan atau di dalam tubuh tanaman penyusun hutan. disebut patogen. Semak belukar atau tumbuhan lain yang hidup di sekitar tanaman utama penyusun hutan disebut gulma, sedangkan dalam hal ini tanaman utama penyusun hutan disebut inang. Ilmu yang mempelajari semua penyebab kerusakan hutan sekaligus adalahilmu perlindungan hutan, sehingga ilmu penyakit tanaman hutan merupakan cabang dari ilmu perlindungan hutan. Di negara maju ilmu yang mempelajari penyakit pada kayu setelah ditebang dipelajari di dalam ilmu
penyakit hasil hutan. Bidang kehutanan merupakan bagian dari bidang pertanian, sehingga ilmu penyakit tanaman hutan juga merupakan bagian dari ilmu penyakit tumbuhan secara umum. Oleh karena itu prinsip-pronsip dasar pengelolaannya juga tidak banyak berbeda. Pelaksanaan pengelolaan hutan umumnya dibatasi oleh nilai ekonomi hutan dan hasilnya yang lebih rendah dibanding nilai hasil pertanian karena lamanya rotasi pengelolaan hutan (puluhan tahun). Oleh karena itu, strategi pencegahan menggunakan metode yang selaras dengan kegiatan dan pengelolaan hutan merupakan pilihan yang diutamakan dalam pengelolaan penyakit tanaman hutan.


di koment ya

0 tinggalkan jejak anda, dengan menanggapi postingan:

Posting Komentar

sehabis membaca, tinggalkan pesan anda ya.. sehingga saya bisa tau respon dari orang-orang yang mampir diblog saya.. ok???