Rabu, 10 Juli 2013

kekurangan dan kelebihan pertanian organik untuk saat sekarang

MODEL PERT@RANIAN ORGANIK


 




 Forester Untad Blog
Pertanian organik adalah sistem budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Beberapa tanaman Indonesia yang berpotensi untuk dikembangkan dengan teknik tersebut adalah padi, hortikultura sayuran dan buah (contohnya: brokoli, kubis merah, jeruk, dll.), tanaman perkebunan (kopi, teh, kelapa, dll.), dan rempah-rempah. Pengolahan pertanian organik didasarkan pada prinsip kesehatan, ekologi, keadilan, dan perlindungan. Yang dimaksud dengan prinsip kesehatan dalam pertanian organik adalah kegiatan pertanian harus memperhatikan kelestarian dan peningkatan kesehatan tanah, tanaman, hewan, bumi, dan manusia sebagai satu kesatuan karena semua komponen tersebut saling berhubungan dan tidak terpisahkan. Pertanian organik juga harus didasarkan pada siklus dan sistem ekologi kehidupan. Pertanian organik juga harus memperhatikan keadilan baik antarmanusia maupun dengan makhluk hidup lain di lingkungan. Untuk mencapai pertanian organik yang baik perlu dilakukan pengelolaan yang berhati-hati dan bertanggungjawab melindungi kesehatan dan kesejahteraan manusia baik pada masa kini maupun pada masa depan.
Untuk saat sekarang sistem pertanian organik memiliki beberapa kekurangan atau hambatan, dan juga kelebihannya.
Hambatan :
  1. Pupuk organik masih digunakan sebagai pupuk pelengkap, disamping pupuk kimia, karena adanya target produksi. banyak petani di Indonesia beranggapan bahwa pupuk organik tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman dan memiliki respon yang lebih lamban. Sebenarnya, ada laporan dari Amerika, bahwa efek dari pupuk organik sebesar 14 ton setahun tiap unit area selama 8 tahun akan tetap ada walaupun setelah 40 tahun dari pengaplikasian pupuk terakhir.
  2. Pengendalian hama secara biologis masih dipandang mahal dan kurang efektif bagi petani umumnya.
  3. Wilayah pertanian organik yang tidak terisolasi dengan pertanian konvensional, membuat pertanian organik lebih rawan terhadap hama.
  4. Hasil produksi masih dibawah hasil pertanian konvensional.
  5. Produk pertanian organik masih dipandang mahal.
  6. Kurangnya informasi tentang pertanian organik.
  7. Tidak adanya peraturan yang jelas dari pemerintah yang mendukung pertanian organik.
  8. Yang tidak ada di artikel asli : Para petani enggan menggunakan pupuk organik secara keseluruhan karena pupuk kompos menyebabkan banyak tumbuh gulma.
Keuntungan pertanian organik antara lain adalah :
  1. Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan sejumlah organisme pengganggu tanaman.
  2. meningkatkan aktivitas mikroorganisme antagonis yang bisa membantu meningkatkan kesuburan tanah.
  3. mencegah erosi.
  4. meningkatkan cita rasa hasil pertanian.
  5. Meningkatkan kandungan nutrisi.
  6. Meningkatkan tekstur buah.
  7. meningkatkan waktu penyimpanan.



di koment ya

1 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya

    irhamabdulazis21.student.ipb.ac.id

    BalasHapus

sehabis membaca, tinggalkan pesan anda ya.. sehingga saya bisa tau respon dari orang-orang yang mampir diblog saya.. ok???