KEBUN JATI

Terletak di Desa Talaga Kecamatan Dampelas, dengan Luas 7 ha.

PANTAI BAMBARANO

Pantai berkarang indah ini terletak di Desa Sabang kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala.

JEMBATAN PONULELE

Jembatan Kebanggan warga Palu ini berada diwilayah pantai talise menuju arah donggala.

TANJUNG KARANG

salah satu objek wisata pantai, yang terletak di ujung pantai Donggala, dengan suasana pantai yang terasa nyaman.

situs Tadulako dan Pokekea

situs sejarah ini berada di lembah Besoa, Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah..

Kamis, 06 Februari 2014

Pengertian dan peranan mulsa pada pertumbuhan tanaman



Mulsa adalah bahan yang disebar diatas permukaan tanah pada suatu pertanaman berupa sisa –sisa tanaman, jerami, daun dan bahan organik serbuk gergaji, sekam dan plastik (Ahmad, 1991). Sedangkan menurut Rismunandar (1989), bahwa mulsa adalah setiap bahan organik yang berasal dari tanaman, tangkai atau cabang dengan daunnya, serbuk gergaji, rerumputan yang telah kering dan ditimbun dibawah makkota daun. Selanjutnya menurut Soepardi (1983), bahwa setiap bahan yang ditutup pada permukaan tanah untuk mengurangi air melalui penguapan atau menekan pertumbuhan rumput dapat dianggap sebagai mulsa.
 mulsa yang bersal dari jerami padi.

 Berdasarkan asal dan sifat bahan, mulsa dapat di bedakan atas mulsa organik, mulsa anorganik dan mulsa kimia sintesis. Bahan organik mulsa yang banyak dipakai berasal dari sisa panen seperti jerami padi, batang jagung, limbah industri kayu (serbuk gergaji) dan yang berasal dari tanaman hijau misalnya alang-alang dan johar. Sedangkan mulsa anorganik meliputi macam, bentuk dan ukuran batuan lainnya (Umboh, 2000). 

mulsa plastik, yang umum digunakan para petani.

Pemberian mulsa dapat meningkatkan kadar hara yang diambil tanaman sebagai akibat perbaikan kelembaban dan temperatur tanah yang optimal sehingga lebih memungkinkan peningkatan ketersediaan unsur hara dalam tanah bagi pertumbuhan dan sebagai sumber energi bagi aktivitas mikroorganisme (Purwowidodo, 1986). 


Pengertian dan fungsi Biokultur


Biokultur adalah bahan derivate enzim biotani agritek, yang diproses secara sederahana dengan mencampur 1 liter enzim biotani agritek (mengandung lebih 55 macam jenis enzim hayati, chellate  hayati 54 macam, substar enzim pasangan 58 macam, substrat  chellate pasangan 54 macam dan vitamin/garam
elektrolit 7 macam) dengan 5 kg kotoran padat sapi yang baru dan 50 liter air tawar, kemudian diaduk tiap hari selama 15 menit atau pakai aerator dan didiamkan selama satu minggu, selanjutnya menjadi bahan yang siap diaplikasikan. 


Biokultur mempunyai fungsi meningkatkan dan menyempurnakan proses metabolisma di tanah maupun tanaman sehingga dapat meningkatkan efisiensi pemupukan anorganik dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan biopestisida (Hadi, 2005). 


Jenis dan Kandungan Zat Hara pada Beberapa Kotoran Ternak Padat dan Cair
Nama Ternak & bentuk kotorannya
N (%)
F (%)
K (%)
Air (%)
Kuda – padat
0.55
0.30
0.40
75
Kuda – cair
1.40
0.02
1.60
90
Kerbau – Padat
0.60
0.30
0.34
85
Kerbau – Cair
1.00
0.15
1.50
92
Sapi -padat
0.40
0.20
0.10
85
Sapi – cair
1.00
0.50
1.50
92
Kambing – padat
0.60
0.30
0.17
60
Kambing – cair
1.50
0.13
1.80
85
Domba – padat
0.75
0.50
0.45
60
Domba – cair
1.35
0.05
2.10
85
Sumber : Lingga, 1991