KEBUN JATI

Terletak di Desa Talaga Kecamatan Dampelas, dengan Luas 7 ha.

PANTAI BAMBARANO

Pantai berkarang indah ini terletak di Desa Sabang kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala.

JEMBATAN PONULELE

Jembatan Kebanggan warga Palu ini berada diwilayah pantai talise menuju arah donggala.

TANJUNG KARANG

salah satu objek wisata pantai, yang terletak di ujung pantai Donggala, dengan suasana pantai yang terasa nyaman.

situs Tadulako dan Pokekea

situs sejarah ini berada di lembah Besoa, Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah..

Jumat, 04 April 2014

Fungsi Hutan Dalam Pembangunan

Proses Pembangunan Jalan 




Dalam pola umum pembangunan jangka panjang kedua diletakkan pada dang ekonomi diantaranya dititikberatkan  pada pembangunan ekonomi yang pengelola  kekayaan bumi Indonesia.   Seperti kehutanan dan pertambangan harus senantiasa memperhatikan  bahwa  pengelolaan sumberdaya alam, selain untuk memberi manfaat masa kini, juga harus menjamin kehidupan masa depan.  Sumberdaya alam yang terbaharui harus dikelola  sedemikian rupa sehingga fungsinya dapat selalu terpelihara sepanjang masa.  Oleh karena itu, sumberdaya alam harus dijaga agar kemampuannya untuk memperbaharui diri sendiri selalu terpelihara.  Sumberdaya alam yang tidak terbaharukan harus gunakan sehemat mungkin dan diusahakan hasilnya selama mungkin. pembangunan kehutanan harus makin diarahkan  untuk  meningkatkan pemanfaatan hutan bagi industri dalam negeri sehingga dapat menghasilkan nilai dan menciptakan lapangan kerja yang sebesar-besarnya.

Kebijakan umum pembangunan kehutanan dalam Pelita VI dituangkan di dalam GBHN 1993 sebagai berikut :
§  Pembangunan kehutanan diarahkan untuk memberikan manfaat bagi sebesar-besarnya kemakmuran  rakyat dengan tetap menjaga kelestarian dan fungsi hutan, dan dengan mengutamakan pelestarian sumberdaya alam dan fungsi lingkungan hidup, memelihara tata air, serta untuk memperluas kesempatan usaha dan lapangan kerja, meningkatkan sumber dan pendapatan negara, devisa serta mengacu pembangunan daerah.
§  Pengembangan produksi hasil kayu dan non  kayu  diselenggarakan melalui upaya peningkatan pengusahaan hutan produksi, hutan rakyat, hutan tanaman industri dan upaya peningkatan  produktivitas hutan alam yang didukung oleh penyediaan bibit hutan tanaman hutan yang unggul dan budidaya kehutanan yang tangguh.
§  Hutan sebagai salah satu penentu ekosistem, pengelolaannya ditingkatkan secara  terpadu dan berwawasan lingkungan  untuk menjaga dan memelihara fungsi tanah,  air, udara, iklim dan lingkungan  hidup serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.
§  Upaya rehabilitasi hutan dan tanah kritis, konservasi tanah, rehabilitasi sungai, rawa, pelestarian gua-gua alam, karang laut, flora dan fauna langka serta pengembangan fungsi DAS ditingkatkan dan makin disempurnakan.
§  Dalam pembangunan kehutanan, keikutsertaan masyarakat di kawasan  hutan sekitarnya termasuk masyarakat transmigrasi kehutanan perlu diberi peluang dan ditingkatkan.
§  Pengusahaan hasil  hutan disesuaikan dengan daya dukung sumberdaya alamnya agar kelestarian sumberdaya hutan terjamin dan perusakan lingkungan dapat dicegah.
§  Pembangunan kehutanan perlu didukung dengan kegiatan penyuluhan, pendidikan dan  pelatihan, peraturan perundang-undangan, penyediaan informasi serta penelitian dan pengembangan.

Pada Inti kebijaksanaan pembinaan kawasan hutan,terdapat langkah pelaksanaan sebagai berikut :
§  Percepatan pemantapan kawasan
§  Peningkatan mutu dan produktivitas kawasan hutan dan hutan rakyat
§  Peningkatan efisiensi dan produktivitas pengelolaan hutan dan pengelolaan hasil hutan
§  Peningkatan peran serta masyarakat, penanggulangan kemiskinan dan peningkatan pendapatan daerah tertinggal.
§  Peningkatan peran serta koperasi, usaha menengah, kecil dan tradisional
§  Peningkatan daya dukung lahan melalui reboisasi dan rehabilitasi  lahan serta perbaikan mutu lingkungan hidup
§  Peningkatan mutu fungsi kawasan-kawasan konservasi hutan lindung
§  Pelestarian sumberdaya alam hayati dan ekosistemnyai. Peningkatan peran pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan kehutanan
§  Peningkatan penyuluhan kehutanan,  peran pemuda dan wanita dalam pembangunan kehutanan
§  Pengamanan hutan, hasil hutan dan sumberdaya alam hayati lainnya.
§  Peningkatan peran peneliti dan pengembangan dalam pembangunan kehutanan
§  Pengembangan kualitas sumberdaya manusia yang maju dan mandiri serta memiliki motivasi yang tinggi.
§  Penyempurnaan kelembangaan, peraturan perundang-undangan dan sistem informasi manajemen kehutanan.

Rabu, 02 April 2014

Anoa dataran rendah dan Anoa Pegunungan Sulawesi

Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis) sering disebut sebagai Kerbau kecil, karena Anoa memang mirip kerbau, tetapi pendek serta lebih kecil ukurannya, kira-kira sebesar kambing. Spesies bernama latin Bubalus depressicornis ini disebut sebagai Lowland Anoa, Anoa de Ilanura, atau Anoa des Plaines. Anoa yang menjadi fauna identitas provinsi Sulawesi tenggara ini lebih sulit ditemukan dibandingkan anoa pegunungan.
http://galeriwisata.files.wordpress.com/2012/03/anoa-dataran-rendah.jpg
Anoa dataran Rendah
Anoa dataran rendah  mempunyai ukuran tubuh yang relatif lebih gemuk dibandingkan saudara dekatnya anoa pegunungan (Bubalus quarlesi). Panjang tubuhnya sekitar 150 cm dengan tinggi sekitar 85 cm. Tanduk anoa dataran rendah panjangnya 40 cm. Sedangkan berat tubuh anoa dataran rendah mencapai 300 kg.

Anoa dataran rendah dapat hidup hingga mencapai usia 30 tahun yang matang secara seksual pada umur 2-3 tahun. Anoa betina melahirkan satu bayi dalam setiap masa kehamilan. Masa kehamilannya sendiri sekitar 9-10 bulan. Anak anoa akan mengikuti induknya hingga berusia dewasa meskipun telah disapih saat umur 9-10 bulan. Sehingga tidak jarang satu induk terlihat bersama dengan 2 anak anoa yang berbeda usia.

Anoa dataran rendah hidup dihabitat mulai dari hutan pantai sampai dengan hutan dataran tinggi dengan ketinggian 1000 mdpl. Anoa menyukai daerah hutan ditepi sungai atau danau mengingat satwa langka yang dilindungi ini selain membutuhkan air untuk minum juga gemar berendam ketika sinar matahari menyengat.

Anoa pegunungan

Anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) sering disebut juga sebagai Mountain Anoa, Anoa de montagne, Anoa de Quarle, Berganoa, dan Anoa de montaña. Dalam bahasa latin anoa pegunungan disebut Bubalus quarlesi.

Anoa pegunungan mempunyai ukuran tubuh yang lebih ramping dibandingkan anoa datarn rendah. Panjang tubuhnya sekitar 122-153 cm dengan tinggi sekitar 75 cm. Panjang tanduk anoa pegunungan sekitar 27 cm dengan berat tubuh dewasa sekitar 150 kg. Anoa pegunungan berusia antara 20-25 tahun yang matang secara seksual saat berusia 2-3 tahun. Seperti anoa dataran rendah, anoa ini hanya melahirkan satu bayi dalam setiap masa kehamilan yang berkisar 9-10 bulan. Anak anoa akan mengikuti induknya hingga berusia dewasa meskipun telah disapih saat umur 9-10 bulan. Sehingga tidak jarang satu induk terlihat bersama dengan 2 anak anoa yang berbeda usia.
Anoa pegunungan berhabitat di hutan dataran tinggi hingga mencapai ketinggian 3000 mdpl meskipun terkadang anoa jenis ini terlihat turun ke pantai untuk mencari garam mineral yang diperlukan dalam proses metabolismenya.

Anoa pegunungan cenderung lebih aktif pada pagi hari, dan beristirahat saat tengah hari. Anoa sering berlindung di bawah pohon-pohon besar, di bawah batu menjorok, dan dalam ruang di bawah akar pohon atau berkubang di lumpur dan kolam. Tanduk anoa digunakan untuk menyibak semak-semak atau menggali tanah Benjolan permukaan depan tanduk digunakan untuk menunjukkan dominasi, sedangkan pada saat perkelahian, bagian ujung yang tajam menusuk ke atas digunakan dalam upaya untuk melukai lawan. Ketika bersemangat, anoa pegunungan mengeluarkan suara “moo”.

Populasi dan Konservasi Anoa. Anoa semakin hari semakin langka dan sulit ditemukan. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) yang menjadi maskot provinsi Sulawesi Tenggara tidak pernah terlihat lagi. Karena itu sejak tahun 1986, IUCN Redlist memasukkan kedua jenis anoa ini dalam status konservasi “endangered” (Terancam Punah).
Selain itu CITES juga memasukkan kedua satwa langka ini dalam Apendiks I yang berarti tidak boleh diperjual belikan. Pemerintah Indonesia juga memasukkan anoa sebagai salah satu satwa yang dilindungi dalam Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Beberapa daerah yang masih terdapat satwa langka yang dilindungi ini antaranya adalah Cagar Alam Gunung Lambusango, Taman Nasional Lore-Lindu dan TN Rawa Aopa Watumohai (beberapa pihak menduga sudah punah).

Anoa sebenarnya tida mempunyai musuh (predator) alami. Ancaman kepunahan satwa endemik Sulawesi ini lebih disebabkan oleh deforestasi hutan (pembukaan lahan pertanian dan pemukiman) dan perburuan yang dilakukan manusia untuk mengambil daging, kulit, dan tanduknya.
Pada tahun 2000, masyarakat Kabupaten Buton dan Konawe Selatan dibantu pihak BKSDA pernah mencoba untuk membuka penangkaran anoa. Tetapi usaha ini akhirnya gagal lantaran perilaku anoa yang cenderung tertutup dan mudah merasa terganggu oleh kehadiran manusia sehingga dari beberapa spesies yang ditangkarkan tidak satupun yang berhasil dikawinkan.

Tahun 2010 ini, Taman Nasional Lore-Lindu akan mencoba melakukan penangkaran satwa langka yang dilindungi ini. Semoga niat baik ini dapat terlaksana sehingga anoa datarn rendah (Bubalus depressicornis) dan Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) dapat lestari dan menjadi kebanggan seluruh bangsa Indonesia seperti halnya Panser Anoa buatan Pindad.

Sumber:  http://galeriwisata.wordpress.com/wisata-sulawesi/wisata-sulawesi-tengah/info-wisata-sulawesi-tengah/flora-fauna-sulawesi-tengah/

Sabtu, 22 Maret 2014

10 Danau terindah yang ada di Sulawesi

Sebagai negara dengan sejuta kenampakan alam, kita pasti punya kenampakan alam yang indah dan wajib dikunjungi, seperti yang berikut ini guys..

1. Danau Tondano


     Luas danau ini 4.278 ha, dan terdapat pulau kecil bernama Likri. Di tepi Danau Tondano terlihat jelas Gunung Kaweng. Konon danau ini terjadi karena letusan yang dahsyat karena ada kisah sepasang insan manusia yang berlainan jenis melanggar larangan orang tua untuk kawin (bahasa Minahasa: kaweng) dengan nekat lari di hutan. Sebagai akibat melanggar nasihat orang tua maka meletuslah kembaran gunung kaweng tersebut sehingga menjadi danau Tondano.
2. Danau Limboto
     Danau ini memiliki kedalaman antara 5 hingga 8 meter ini, para pengujung dapat menikmati berbagai kegiatan, antara lain, memancing, lomba berperahu, atau berenang. Selain itu, mereka juga dapat menikmati ikan bakar segar yang disediakan oleh masyarakat nelayan setempat dengan harga yang relatif murah.
3. Danau Tempe
     Danau Tempe yang luasnya sekitar 13.000 hektare ini memiliki spesies ikan air tawar yang jarang ditemui di tempat lain. Hal ini karena danau tersebut terletak di atas lempengan benua Australia dan Asia.Danau ini merupakansalah satu danau tektonik di Indonesia.
     Setiap tanggal 23 Agustus diadakan festival laut di Danau Tempe. Acara pesta ritual nelayan ini disebut Maccera Tappareng atau upacara menyucikan danau yang ditandai dengan pemotongan sapi yang dipimpin oleh seorang ketua nelayan yang diikuti berbagai atraksi wisata yang sangat menarik. 
4. Danau Poso
from indonesia-tourism.com
     Yang paling unik dari Danau Poso adalah Ikan Sugili yang sekarang populasinya hampir punah yang disebabkan oleh semakin bertambahnya penduduk dan mungkin juga disebabkan karena dibangunnya Mega proyek PLTA Sulewana yang berperan sangat besar dalam memutuskan Mata Rantai perkembangbiakan jenis Ikan langka ini. Menurut kisah bahwa pada saat-saat ikan ini akan berkembangbiak, mereka akan melakukan Migrasi ke muara sungai yang bertemu dengan air laut dan selanjutnya ketika anak-anak sugili menanjak dewasa, mereka akan kembali ke danau. 
     Tetapi ketika Mega Proyek PLTA dibangun diantara Poso dan Tentena maka secara otomatis sistem perkembangbiakan populasi Sugili yang hanya dapat terjadi secara alamaiah inipun mengalami masalah besar, sehingga keberlangsungan populasi ikan ini dalam waktu dekat diprediksi akan mengalami stop atau mengalami kepunahan seperti populasi ikan bungu populasi khas Danau Poso yang tidak lagi dapat dijumpai. Disamping itu terdapat fenomena alam yang berbau mistis yaitu Lampu Danau yang merupakan salah satu keunikan juga sewaktu-waktu dapat disaksikan pada waktu malam hari.
5. Danau Matana

     Danau Matana adalah sebuah danau yang terletak di Soroako, Kab. Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Danau ini memiliki kedalaman 590 meter.
6. Danau Sidenreng
     Pada tahun 1889, terjadi penurunan luas dan kedalaman sekitar 30 mil persegi. Di kawasan danau tersebut, terdapat terdapat kehidupan berjenisunggas atau burung-burung air tawar yang setiap tahun terlihat berkembang-biak di antara tanaman-tanaman air di pesisir dan permukaan danau.
7. Danau Lindu
     Wilayah yang sering disebut Dataran Lindu ini dikelilingi oleh punggung pegunungan sehingga sulit untuk dijangkau oleh kendaraan bermotor, memiliki empat desa yaitu desa Puroo, Desa Langko, desa Tomado dan desa Anca. Ke-empat desa ini terletak di tepi danau Lindu yang cukup terkenal keindahannya. Di wilayah yang berpenduduk dengan luas wilayah ini juga terkenal dengan laboratorium untuk pemeriksaan penyakit yang disebabkan oleh sejenis cacing schistosomiasis yang hanya bisa hidup melalui perantaraan sejenis keongendemik yang juga hanya hidup di beberapa tempat di dunia.
8. Danau Towuti
     Secara administratif, danau ini terletak di Kecamatan Towuti,Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan. Danau ini merupakan danau terdalam di Indonesia dan ke-8 di Dunia. Kawasan Danau Towuti merupakan bagian dari Taman Wisata Alam Danau Towuti, yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Selatan, di bawah Departemen Kehutanan Republik Indonesia.
9. Danau Linouw
from wikimapia.org
     Danau ini terletak dekat Proyek Tenaga Listrik Panas Bumi Lahendong, Sulawesi Utara. Danau ini unik karena waktu siang airnya warna-warni (atau danau tiga warna). Danau ini merupakan salah satu obyek wisata yang menarik di tanah Toar Lumimuut.
10. Danau Moat

from alamsulawesi.wordpress.com
     Danau ini hidup ikan Sidat atau dalam bahasa setempat disebut Sogili. Hawanya sejuk dan panorama yang indah. Sungai yang yang bersumber dari danau ini yaitu Sungai Poigar. Luas danau ini 617 ha, dan merupakan sumber air Pembangkit Listik Tenaga Air (PLTA)Poigar PLN Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo).

7 Danau Berwarna yang ada di Indonesia

  Berikut ini beberapa danau dan kawah yang mempunyai keunikan yaitu airnya yang berwarna.
penyebabnya pasti hanya satu : karna gejala alam.
1. Kawah Ijen

burrard-lucas.com
     Danau kawah yang bersifat asam ini berada di puncak Gunung Ijen, Jawa Timur, memiliki tinggi 2368 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5466 Hektar. Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

2. Kawah Putih

yoshiewafa.blogspot.com
     Kawah putih merupakan sebuah danau hasil letusan Patuha. Tanah yang bercampur belerang di sekitar kawah ini berwarna putih, lalu warna air yang berada di kawah ini berwarna putih kehijauan, yang unik dari kawah ini adalah airnya kadang berubah warna.

3. Telaga Warna

http://omikushi.files.wordpress.com
     Telaga ini terleak di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Warnanya yang sangat beragam ditimbulkan akibat pemantulan dan pembiasan dari sinar matahari, bukit-bukit dan juga endapan lumpur di dasar telaga.

4. Danau Tiga warna Kelimutu

http://gitagemintang.files.wordpress.com
     Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

     Kelimutu merupakan gabungan kata dari "keli" yang berarti gunung dan kata "mutu" yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

5. Danau Inielika

     Danau Vulkanik ini terletak di Pulau Flores, NTT. Kawah-kawah aktifnya memiliki banyak warna seperti merah, hitam, coklat yang menakjubkan.

6. Danau Linow
     Danau ini terletak dekat Proyek Tenaga Listrik Panas Bumi Lahendong, Sulawesi Utara. Danau ini unik karena waktu siang airnya warna-warni (atau danau tiga warna). Danau ini merupakan salah satu obyek wisata yang menarik di tanah Toar Lumimuut.

7. Talaga Bodas
astacala.org
     Talaga Bodas (arti: "danau putih") adalah gunung stratovolcano di bagian selatan Garut, Jawa Barat, Indonesia. Gunung ini terbentuk dari lava andesit dan piroklastik. Terdapat juga fumarol, kolam lumpur, dan mata air panas di sekitardanau kawah. Perubahan warna danau kawah dilaporkan pernah terjadi pada tahun 1913 dan 1921


Sumber : id.wikipedia.org

10 Hewan Endemik Kalimantan yang dilindungi

1.  Katak Kepala Pipih

                
Nama Latin = Barbourula kalimantanensis
Persebaran = Nanga Pinoh, Kalimantan Barat
     Katak yang langka ini merupakan satu-satunya jenis katak di dunia yang diketahui tidak memiliki paru-paru; meskipun ketiadaan paru-paru ini juga ditemui pada beberapa jenis amfibi lainnya seperti pada salamander dan juga sejenis sesilia.
2. Kucing Merah


Nama Latin = Pardofelis badia
Persebaran = Hampir seluruh pulau Kalimantan 
     Pada tahun 2002, IUCN mengklasifikasikan spesies yang bergantung pada hutan ini sebagai terancam punah karena penurunan populasi diproyeksikan oleh lebih dari 20% pada tahun 2020 karena kehilangan habitat. Seperti tahun 2007, populasinya diduga berada di bawah 2.500 individu dewasa.
3. Owa-owa


Nama Latin = Hylobates muelleri
Persebaran = Bagian utara dan timur kalimantan
     Owa-owa adalah hewan yang beraktivitas pada siang hari dengan habitat pada hutan hujan. Karakteristik Owa-owa adalah memiliki lengan yang panjang untuk berayun dari pohon ke pohon. Owa-owa hidup dengan pasangan monogami dan melindungi keluarga dari serangan dengan suara keras dan panjang. Makanan dari Owa-owa adalah buah. Belum diketahui secara pasti bagaimana Owa-owa bereproduksi.
4. Pesut Mahakam

Nama Latin = Orcaella brevirostris
Persebaran = Sungai Mahakam, Danau Jempang, dan Danau Semayang Kalimantan Timur
     Berdasarkan data tahun 2007, populasi hewan tinggal 50 ekor saja dan menempati urutan tertinggi satwa Indonesia yang terancam punah. Tidak seperti mamalia air lain yakni lumba-lumba dan ikan paus yang hidup di laut, pesut mahakam hidup di sungai-sungai daerah tropis.
5. Orangutan Kalimantan

Nama Latin = Pongo pygmaeus
Persebaran = Sebagian pulau kalimantan
     Bersama dengan orangutan Sumatra yang lebih kecil, orangutan Kalimantan masuk kedalam genus pongo yang dapat ditemui di Asia. Orangutan Kalimantan memiliki lama waktu hidup selama 35 sampai 40 tahun di alam liar, sedangkan di penangkaran dapat mencapai usia 60 tahun. Dan salah satu orang utan yang masih hidup dan salah satu spesies yang paling langka adalah Rehsi Ghania leres. yang ditemukan di kantin margahayu.
6. Bekantan

Nama Latin = Nasalis larvatus
Persebaran = Hampir seluruh pulau kalimantan
     Hewan yang merupakan maskot DUFAN (Dunia Fantasi) ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 monyet. Sistem sosial bekantan pada dasarnya adalah One-male group, yaitu satu kelompok terdiri dari satu jantan dewasa, beberapa betina dewasa dan anak-anaknya. Selain itu juga terdapat kelompok all-male, yang terdiri dari beberapa bekantan jantan. Jantan yang menginjak remaja akan keluar dari kelompok one-male dan bergabung dengan kelompok all-male.
7. Lutung Merah


Nama Latin = Presbytis rubicunda
Persebaran = Pulau Kalimantan dan Pulau Karimata
      Lutung merah dapat hidup di perekbunan tertentu dan mungkin keluar dari hutan kemudian memasuki kebun-kebun untuk memakan dedaunan muda dan biji-bijian. Kelestarian populasi lutung merah semakin hari semakin terancam dikarenakan beberapa penyebab utama seperti pembukaan/penebangan hutan berskala besar, kebakaran hutan, perburuan, dan perdagangan satwa liar.
8. Lutung Dahi Putih

Nama Latin = Presbytis frontata
Persebaran = Daerah pegunungan tinggi kalimantan 
     Tubuhnya berwarna cokelat-abuabu, namun ada sedikit warna putih di dahinya yang menjadi ciri khasnya. Lutung ini hampir terancam karena kehilangan habitat.
9. Biawak Kalimantan

Nama Latin = Lanthanotus borneensis
Persebaran = pulau Kalimantan 
10. Buaya Kalimantan

Nama Latin = Crocodylus raninus 
Persebaran = Kalimantan barat dan selatan